Surabaya, Gesuri.id — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menanggapi maraknya isu potensi gempa megathrust yang dipicu penumpukan energi di zona seismic gap.
Pria yang akrab disapa Haji Buleks ini menegaskan, dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya untuk mempercepat langkah sosialisasi dan mitigasi bencana di tengah warga.
"Kegiatan mitigasi bencana ini sangat penting untuk menekan potensi korban jiwa serta kerugian materi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007. BPBD harus tanggap melakukan upaya pengurangan risiko, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesiapsiagaan masyarakat," kata Buleks, Jumat (11/9).
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Buleks meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih intensif memberikan edukasi agar masyarakat paham langkah antisipasi konkret jika sewaktu-waktu terjadi bencana, ketimbang termakan spekulasi di media sosial.
"Ketika masyarakat sudah teredukasi dengan baik soal mitigasi, mereka akan paham harus berbuat apa, harus berlindung di mana, dan harus evakuasi ke mana jika bencana benar-benar terjadi," ujarnya.
Ia juga menyoroti maraknya prediksi dan ramalan liar di media sosial yang menyebut gempa akan terjadi dalam waktu dekat. Buleks meminta warga tidak mudah terprovokasi dan menyarankan masyarakat fokus pada persiapan teknis mandiri.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Sekali lagi, tidak perlu panik. Daripada cemas memikirkan ramalan di media sosial, lebih baik fokus pada mitigasi bencana seperti mengenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing dan menyiapkan tas siaga bencana sesuai panduan resmi," imbaunya.
Menutup pernyataannya, Buleks mengajak masyarakat Surabaya untuk memperbanyak doa dan tetap mengikuti petunjuk resmi dari pemerintah.
"Tidak ada satu pun manusia yang menginginkan musibah. Namun, ketika tanda-tanda alam ada, kewajiban kita adalah bertawakal dan terus berikhtiar," pungkasnya.

















































































