Ikuti Kami

Jamaluddin Idham Sebut Prajurit TNI Gugur di Lebanon Simbol Keberanian, Dedikasi, Komitmen

"Almarhum adalah putra terbaik bangsa yang telah memberikan pengorbanan tertinggi."

Jamaluddin Idham Sebut Prajurit TNI Gugur di Lebanon Simbol Keberanian, Dedikasi, Komitmen
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan Aceh menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Farizal Romadhon,” ujar Jamaluddin Idham, dikutip Selasa (31/3/2026).

Seorang prajurit terbaik bangsa, Praka Farizal Romadhon (28), anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 113/Jaya Sakti Bireuen, Aceh gugur saat menjalankan misi sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia. Kabar pilu ini mengguncang berbagai kalangan.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh itu, gugurnya Praka Farizal bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan satuannya, tetapi juga duka bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Almarhum gugur dalam tugas mulia. Ini adalah kehilangan besar bagi bangsa, khususnya Kodam Iskandar Muda yang kehilangan salah satu prajurit terbaiknya.

Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucapnya dengan penuh haru.

Jamaluddin juga menegaskan pengorbanan Praka Farizal tidak akan pernah sia-sia. Ia menyebut almarhum sebagai simbol keberanian, dedikasi, dan komitmen prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Almarhum adalah putra terbaik bangsa yang telah memberikan pengorbanan tertinggi.
Kita semua berutang penghormatan atas jasa-jasanya. Semoga pengabdiannya menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” tegasnya.

Peristiwa tragis itu terjadi di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.

Saat itu, posisi penjagaan pasukan perdamaian Indonesia dilaporkan dihantam serangan artileri di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan konflik tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), proyektil yang menghantam area penjagaan meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, wilayah yang dikenal rawan konflik.

Quote