Jakarta, Gesuri.id - Komisi I DPR RI menyambut baik pengumuman Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka terkait pemberlakuan kebijakan bebas visa bersama antara Indonesia dan Afrika Selatan.
Anggota Komisi I DPR RI, Junico B.P. Siahaan mengatakan, kebijakan bebas visa harus mengedepankan prinsip timbal balik.
“Hubungan luar negeri itu biasanya timbal balik. Anda kasih, kami kasih, kalau kita ke negara Anda perlu visa, maka sebaliknya juga begitu, kecuali ada pertimbangan tertentu dan prinsip resiprokal ini wajib dijaga,” katanya di Jakarta, dikutip Kamis (27/11).
Junico menilai Afrika Selatan sebagai mitra yang selama ini tidak memiliki catatan negatif terhadap Indonesia. Kerja sama bebas visa tidak menjadi persoalan sepanjang kajian teknis dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak Imigrasi menunjukkan manfaat konkret, baik dari sisi politik, ekonomi, perdagangan, maupun pariwisata.
“Pengalaman Indonesia pada 2014 ketika pemerintah membuka fasilitas bebas visa bagi 147 negara, kebijakan tersebut kemudian diperketat setelah dinilai tidak membawa manfaat signifikan serta tidak didasarkan pada asas timbal balik,” paparnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap kerja sama bebas visa melalui kajian menyeluruh terkait keamanan, potensi ekonomi, dampak pariwisata, dan hubungan politik antar negara.
“Selain kebijakan bilateral, kami juga mencermati wacana pembentukan Visa Asean yang mirip dengan Visa Schengen, di mana pelancong yang memasuki satu negara Asean dapat mengunjungi negara Asean lainnya. Indonesia, masih mengkaji posisi terhadap usulan tersebut dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta kepentingan nasional,” paparnya.
Dalam pidatonya, Wapres Gibran menyebut Afrika Selatan sebagai mitra strategis dan pintu gerbang bagi Indonesia untuk memasuki pasar Afrika. Ia juga menegaskan potensi Indonesia dalam bidang industri, sumber daya manusia, teknologi, serta akses ke pasar Asean.
“Pandangan tersebut sejalan dengan Komisi I DPR RI. Kalau kajian Kementerian Luar Negeri menunjukkan manfaat dan tidak ada masalah, tentu kami mendukung. Saat kunjungan balasan, kami bisa mendorong agar Afrika Selatan memberikan perlakuan yang sama bagi WNI,” tegas Junico.

















































































