Ikuti Kami

Kariyasa Apresiasi Edukasi Bencana BPBD Jatim Bisa Jadi Percontohan Nasional

Menurutnya, inovasi dan kelengkapan yang ada di Jawa Timur patut menjadi teladan bagi provinsi lain di Indonesia.

Kariyasa Apresiasi Edukasi Bencana BPBD Jatim Bisa Jadi Percontohan Nasional
Ketua Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, secara khusus memuji fasilitas edukasi bencana, kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, serta kelengkapan peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki BPBD Jatim. 

Menurutnya, inovasi dan kelengkapan yang ada di Jawa Timur patut menjadi teladan bagi provinsi lain di Indonesia.

Fasilitas seperti tenda pendidikan bencana dan kendaraan command center yang hanya dimiliki Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen BPBD Jatim dalam menghadapi potensi bencana yang semakin meningkat di berbagai daerah.

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

Komisi VIII DPR RI menyoroti keunikan sarana prasarana yang dimiliki BPBD Jawa Timur. 

I Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan bahwa sejumlah fasilitas seperti tenda pendidikan bencana dan kendaraan command center adalah aset yang hanya dimiliki oleh Jawa Timur. 

Kondisi ini menjadikan BPBD Jatim sebagai percontohan bagi provinsi lain dalam memperkuat penanganan bencana secara nasional.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi dari anggota Komisi VIII DPR RI. 

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi BPBD Jatim dalam upaya penanggulangan bencana di provinsi tersebut.

Ia secara khusus meminta dukungan dari para anggota legislatif terkait persoalan kewenangan antara pusat dan daerah yang seringkali menjadi kendala. 

Contoh kasus yang disebutkan meliputi penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo, serta normalisasi sungai lahar dingin di kawasan Gunung Semeru Lumajang

Quote