Ikuti Kami

Kasus Campak di Banten Melonjak, Yeremia Mendrofa Desak Dinkes Bergerak Agresif

Yermia menilai, lonjakan kasus yang terjadi saat ini merupakan sinyal merah bahwa program pencegahan belum berjalan maksimal.

Kasus Campak di Banten Melonjak, Yeremia Mendrofa Desak Dinkes Bergerak Agresif
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa.

Serang, Gesuri.id  – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk segera mengambil langkah agresif guna menekan penyebaran penyakit campak. 

Ia menilai, lonjakan kasus yang terjadi saat ini merupakan sinyal merah bahwa program pencegahan belum berjalan maksimal.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Menurut Yeremia, peningkatan kasus campak bukan sekadar fenomena musiman, melainkan indikasi nyata bahwa capaian imunisasi dasar di lapangan masih belum optimal.

​"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kasus campak di Banten. Ini menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan, khususnya imunisasi dasar lengkap, masih perlu diperkuat secara masif dan merata," ujar Yeremia kepada awak media, Senin (6/4/2026).

​Politisi PDI Perjuangan ini mengaku telah memberikan peringatan dini kepada Dinkes Banten sejak Maret lalu terkait potensi lonjakan kasus ini. Namun, melihat perkembangan situasi terkini, ia memandang langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah harus jauh lebih bertenaga.

​Ia mendorong Dinkes untuk fokus pada dua hal utama: edukasi publik dan perluasan jangkauan layanan.

​"Kami mendorong agar Dinas Kesehatan bisa lebih agresif dalam melakukan edukasi, memperluas jangkauan imunisasi, serta memastikan ketersediaan vaksin di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," tegasnya.

Baca: Lapak Ganjar Jadi Acuan Para 'Reseller' Seluruh Indonesia

​Selain teknis medis, Yeremia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat harus bersinergi untuk memulihkan kepercayaan dan kesadaran publik terhadap vaksinasi.

​"Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi semakin meningkat. Jangan sampai kasus ini berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)," pungkasnya.

Quote