Ikuti Kami

Putra: Guru Berada di Garda Terdepan Pembentukan Karakter Masa Depan Bangsa 

Agar pendidikan 4 Pilar di sekolah tidak lagi sebatas hafalan teks, melainkan harus masuk ke ranah konteks dan praktik sehari-hari.

Putra: Guru Berada di Garda Terdepan Pembentukan Karakter Masa Depan Bangsa 
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Putra Nababan.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Putra Nababan, menegaskan bahwa masa depan dan karakter anak bangsa tidak dibentuk oleh para politisi di Gedung Senayan, melainkan proses pembentukan terebut berada di ruang kelas di sekolah. 

Para pendidik menjadi garda terdepan yang memiliki golden moment untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika secara langsung kepada generasi muda pada usia pembentukan karakter.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersanda

"Yang paling kuat, yang paling kencang, golden moment-nya itu adalah di ruang kelas, dimantapkan di SMP. Ibu Bapak ada di garda terdepan. Makanya kami yang ada di sini hanya duduknya di depan, garda terdepannya adalah Ibu Bapak sekalian," kata Putra Nababan saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Guru SD serta SMP Swasta di Jakarta Timur, Senin (25/5). 

Menurut Putra, di tengah gempuran arus informasi dari berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, hingga TikTok yang sering kali minim konten kebangsaan, guru jangan lagi mengajarkan 4 Pilar sebatas hafalan teks atau indoktrinasi semata, melainkan harus diwujudkan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan praktik toleransi di dalam kelas guna membentengi siswa dari narasi asing.

"Coba kita perhatikan konten dari media sosial itu, banyak tidak 4 pilarnya? Banyak tidak kebinekaannya? Banyak tidak NKRI-nya?", tanya Putra kepada audiens.

Oleh karena itu, Putra mendorong agar pendidikan 4 Pilar di sekolah tidak lagi sebatas hafalan teks, melainkan harus masuk ke ranah konteks dan praktik sehari-hari. Ia meminta para pendidik dan orang tua untuk bersama-sama menangkal narasi atau infiltrasi asing yang jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Lebih lanjut, Putra Nababan mengingatkan pentingnya mengajarkan anak-anak cara mengelola keberagaman di sekolah. Ia menggunakan analogi kerja bakti di lingkungan RT/RW, di mana setiap warga memberikan kontribusi sesuai kemampuannya—ada yang menyumbang tenaga, ada yang menyediakan makanan, hingga menyumbang dana.

Turut hadir di acara tersebut adalah Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar, Nurul Arifin, dan perwakilan DPD RI Aanya Rina Casmayanti dan Amirul Tamim.

Quote