Ikuti Kami

Koster Minta Perbaikan Jalan Utama Menuju Pura Agung Besakih

Beberapa hal yang harus dilakukan di antaranya penambalan jalan berlubang di sejumlah titik hingga perbaikan lampu penerangan jalan.

Koster Minta Perbaikan Jalan Utama Menuju Pura Agung Besakih
Gubernur Bali Wayan Koster.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster meminta jajaran perangkat daerah melakukan perbaikan di jalur utama menuju Pura Agung Besakih, Karangasem, demi kelancaran upacara suci besar Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026.

Koster dalam keterangan di Denpasar, Jumat, menyebut beberapa hal yang harus dilakukan di antaranya penambalan jalan berlubang di sejumlah titik hingga perbaikan lampu penerangan jalan.

“Ini acara besar tidak boleh ada jalan rusak dan lampu mati,” katanya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Adapun beberapa titik seperti wilayah Kunyit dan beberapa jalur lainnya menuju Pura Agung Besakih disebut masih memerlukan penanganan cepat.

Sementara itu, upacara yang berlangsung setahun sekali di pura terbesar di Bali tersebut berlangsung pada 2-23 April 2026 yang menyedot umat Hindu diperkirakan terus meningkat setiap harinya.

Tidak hanya memperbaiki jalan dengan APBD Bali, untuk mempercepat penanganan infrastruktur pendukung tersebut, Pemprov Bali juga akan menggandeng PLN.

“Untuk solusi cepat pemasangan lampu darurat, penambahan titik penerangan, serta penyediaan sambungan listrik tambahan, langkah ini agar tidak ada lagi titik gelap di jalur utama,” ujarnya.

Gubernur Koster juga mengingatkan perlunya menyiagakan alat berat dan tim untuk memastikan kesiapan infrastruktur, di antaranya ekskavator dan bulldozer, truk crane dan peralatan tambal jalan, serta personel teknis.

Selain perbaikan infrastruktur jalur utama, Pemprov Bali turut mengatur sistem transportasi di area pura. Karena akses jalan menanjak tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan listrik, maka umat harus berjalan kaki.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Untuk itu pemerintah menyiapkan shuttle listrik bagi yang tidak kuat menempuh perjalanan.

“Sebagai solusi mobilitas pendukung kelancaran dari area Manik Mas ke Bencingah disiapkan 10 unit kendaraan listrik dengan operasional 24 jam, semua layanan ini gratis, kami ingin masyarakat nyaman tanpa terbebani,” katanya.

Dengan perbaikan dan sistem yang lebih tertata, ditambah dukungan digitalisasi, serta pengendalian pedagang, gubernur berharap IBTK 2026 menjadi model pengelolaan kegiatan keagamaan berskala besar yang modern dan tertib.

Quote