Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak agar bukit yang menjadi penghalang (obstacle) di kedua ujung landasan pacu Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), segera dipotong.
Penanganan melalui sistem cut and fill tersebut dinilai mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan, terutama bagi pesawat berukuran besar.
"Bandara internasional Komodo di NTT ini juga masih memerlukan penanganan lebih lanjut terutama terkait dengan cut and fill di ujung runway, dari ujung ke ujung dua-duanya ada obstacle ya ini membahayakan penerbangan," tegas ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Labuan Bajo, dikutip Minggu (11/10/2026).
Menurut Lasarus, keberadaan bukit di kedua ujung landasan pacu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Penanganan hambatan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan di bandara internasional yang menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Labuan Bajo.
"Ini kita minta ditangani cepat. Tadi disampaikan kurang lebih Rp 60 miliar anggaran yang diperlukan. Ini kami pastikan segera kita tangani karena menyangkut keselamatan penerbangan. Kita gak boleh tawar menawar ya, ini menjadi skala prioritas," tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Selain menyoroti persoalan keselamatan di landasan pacu, Komisi V DPR RI juga mendorong pengembangan terminal Bandara Internasional Komodo. Saat ini, penerbangan domestik dan internasional masih menggunakan terminal yang sama dengan pembatas berupa sekat.
Pengembangan terminal dinilai diperlukan untuk mendukung peningkatan pelayanan penumpang seiring dengan peran Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional. Pembenahan infrastruktur bandara diharapkan berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan penerbangan.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mendorong pelebaran landasan pacu agar Bandara Internasional Komodo dapat menampung pesawat berukuran besar dari luar negeri. Ia juga mendorong pembangunan fasilitas kargo untuk memperkuat dukungan bandara terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata daerah.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi Komisi V DPR RI, termasuk terkait penanganan bukit di ujung landasan pacu.
"Pemotongan bukti dengan system cut and fill," ujar Ceppy.
Ceppy menjelaskan, pemotongan bukit tersebut bertujuan mendukung operasional pesawat berukuran besar agar dapat masuk ke Bandara Internasional Komodo. Penanganan obstacle menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kapasitas dan keselamatan operasional bandara.
Terkait pengembangan terminal, Ceppy mengungkapkan bahwa penerbangan domestik dan internasional hingga kini masih dilayani melalui satu terminal yang sama. Pemisahan kedua layanan tersebut baru dilakukan menggunakan sekat.
"Sekarang (terminal penerbangan internasional dan domestik) gabung-gabung, sekat-sekat," kata Ceppy.
Dorongan Komisi V DPR RI tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan infrastruktur Bandara Internasional Komodo, mulai dari aspek keselamatan landasan pacu hingga peningkatan fasilitas terminal dan kapasitas pelayanan penerbangan.

















































































