Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meninjau langsung progres pembangunan terminal baru Bandar Udara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (5/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur transportasi udara tersebut segera rampung dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan bagi masyarakat setempat.
Dalam peninjauan lapangan, Lasarus menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan. Ia mengingatkan bahwa proyek pembangunan terminal baru telah memasuki masa denda sehingga seluruh pihak terkait diminta bekerja lebih optimal agar target penyelesaian dapat tercapai. Menurutnya, keterlambatan pembangunan berpotensi menghambat pelayanan transportasi udara dan konektivitas wilayah di Kalimantan Barat.
“Kami mendorong pelaksana proyek untuk segera merampungkan pekerjaan. Terminal ini sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga harus bisa segera difungsikan untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan daerah,” ujar Lasarus di sela-sela peninjauan.
Lasarus menegaskan, percepatan pembangunan harus tetap memperhatikan mutu pekerjaan serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menilai kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar proyek strategis nasional ini tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.
“Pengawasan dilakukan agar pembangunan berjalan transparan dan akuntabel. Kami tidak ingin ada masalah di belakang hari hanya karena prosedur yang diabaikan,” tegasnya.
Terminal baru Bandara Rahadi Oesman dirancang untuk meningkatkan kapasitas penumpang dan kenyamanan layanan penerbangan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas udara Ketapang dengan daerah lain, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pelayanan publik di Kalimantan Barat.
Komisi V DPR RI, yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, berkomitmen terus melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek strategis di daerah. Lasarus memastikan DPR RI akan terus memantau perkembangan pembangunan bandara hingga dapat dioperasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bandara ini bukan sekadar bangunan, tetapi pintu gerbang mobilitas dan kemajuan daerah. Karena itu, kami ingin memastikan penyelesaiannya benar-benar tuntas dan berkualitas,” pungkas Lasarus.

















































































