Ikuti Kami

Wayan Sudirta: Jaga Ingatan Kolektif Bangsa Terhadap Jasa Bung Karno dan Para Pendiri Negara

Bung Karno dan para pendiri negara dalam merumuskan dasar-dasar kebangsaan Indonesia.

Wayan Sudirta: Jaga Ingatan Kolektif Bangsa Terhadap Jasa Bung Karno dan Para Pendiri Negara
Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Dr. Wayan Sudirta, SH, MH., saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada PHDI, pinandita, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung, di Taman Yadnya, Kabupaten Klungkung, Sabtu (7/2/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Dr. Wayan Sudirta, SH, MH, menegaskan pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap jasa Bung Karno dan para pendiri negara dalam merumuskan dasar-dasar kebangsaan Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Sudirta saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada PHDI, pinandita, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung, di Taman Yadnya, Kabupaten Klungkung, Sabtu (7/2/2026).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika itu dihadiri Ketua PHDI Klungkung Ida Bawati Putu Suarta beserta jajaran pengurus, para pinandita dari Parisada Sulinggih Nusantara (PSN) Klungkung, tokoh-tokoh FKUB Klungkung, pengurus MGPSSR Klungkung, serta pengurus yayasan yayasan bernafaskan Hindu di Kabupaten Klungkung.

Dalam paparannya, Sudirta mengingatkan agar generasi sekarang tidak melupakan jasa Bung Karno yang telah menggali, merumuskan, dan menyatukan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam Pancasila. Nilai-nilai tersebut, kata Sudirta, lahir dari kearifan budaya bangsa yang majemuk dan kemudian disepakati sebagai dasar negara.

"Jangan sampai melupakan dan tidak berterima kasih kepada Bung Karno, begitu juga kepada para pendiri bangsa lainnya. Bung Karno menggali nilai-nilai kebangsaan, keragaman, dan Bhinneka Tunggal Ika yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila dan disepakati sebagai dasar negara," tegas Sudirta.

Menurut Sudirta, umat Hindu sebagai bagian dari kebhinekaan bangsa Indonesia dapat hidup, berkembang, dan menjalankan praktik keagamaannya secara rukun hingga saat ini karena fondasi kebangsaan yang kuat tersebut. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika memberi ruang bagi ekspresi budaya dan agama, termasuk ritual, kesenian, dan tradisi Hindu di Bali.

"Karena Bung Karno menggali nilai-nilai budaya bangsa, yang di dalamnya ada filosofi, teori, dan praktik kebudayaan, maka umat Hindu bisa eksis sampai sekarang. Umat Hindu bisa mebanten, menabuh gamelan, mekidung gending-gending suci, sebagai ekspresi budaya dalam menjalankan agama," lanjutnya.

Quote