Ikuti Kami

Membumikan 'Hamemayu Hayuning Bawana', Danang Ajak Warga  Sleman Jaga Ekosistem Mulai dari Rumah

filosofi leluhur yang mewajibkan manusia melindungi, memelihara, dan memperindah alam semesta ini sangat relevan.

Membumikan 'Hamemayu Hayuning Bawana', Danang Ajak Warga  Sleman Jaga Ekosistem Mulai dari Rumah
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Sleman, Gesuri.id – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali falsafah Jawa hamemayu hayuning bawana sebagai benteng menghadapi perubahan iklim. 

Menurutnya, filosofi leluhur yang mewajibkan manusia melindungi, memelihara, dan memperindah alam semesta ini sangat relevan dengan tantangan lingkungan modern.

Hal tersebut ditegaskan Danang dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte 

"Filosofi ini mengingatkan kita bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga demi generasi yang akan datang," ujar Danang, Minggu (7/6/2026).

Danang menilai nilai-nilai pelestarian lingkungan sejatinya sudah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Jawa. Falsafah tersebut menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan sekitarnya.

Menyelaraskan filosofi tersebut dengan tema global tahun ini, "Terinspirasi oleh Alam, untuk Iklim, untuk Masa Depan Kita", Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kini gencar mengepung persoalan iklim lewat berbagai aksi nyata di lapangan.

Danang memastikan bahwa jajarannya terus berupaya menjaga kelestarian wilayah Sleman melalui program-program strategis terintegrasi. Beberapa di antaranya meliputi penghijauan lahan kritis, pemberian bantuan bibit tanaman kepada kelompok masyarakat, uji emisi kendaraan bermotor, hingga penyediaan sarana prasarana pengelolaan sampah.

Selain program fisik, Danang menekankan bahwa hulu dari komitmen lingkungan ini berada di tingkat keluarga. Oleh karena itu, Pemkab Sleman kini masif melakukan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah langsung ke tingkat rumah tangga.

Ia menyadari, tantangan lingkungan saat ini—mulai dari darurat sampah, penurunan emisi gas rumah kaca, hingga dampak nyata perubahan iklim—tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan

"Dampak perubahan iklim membutuhkan kerja sama lintas sektor. Untuk itu, Pemkab Sleman terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi berkelanjutan," tambahnya.

Danang mengimbau masyarakat untuk melakukan aksi nyata sehari-hari secara konsisten. Ia meminta warga menghemat air dan energi, menanam pohon, menjaga ruang terbuka hijau, menjaga kebersihan sungai, serta memilah sampah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Bumi adalah rumah kita bersama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap layak diwariskan kepada generasi mendatang," pungkas Danang.

Quote