Jakarta, Gesuri.id - Tokoh kelautan nasional sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI dan Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci mewujudkan kedaulatan dan kemajuan bangsa dalam momentum Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
"Enam dekade perjalanan KAHMI harus menjadi energi untuk terus menghadirkan gagasan, keteladanan, dan karya nyata. Alumni dan kaum intelektual harus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," tegas Prof. Rokhmin di hadapan peserta sarasehan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin dalam Sarasehan Nasional yang digelar di Kampus Universitas Madani Nusantara (UMN), Sukabumi, Minggu (27/9/2026), yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-16 UMN.
Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin mengatakan transformasi pembangunan nasional tidak bisa lagi bertumpu pada sumber daya alam semata. Menurutnya, pembangunan harus diarahkan pada penguatan SDM yang unggul dan mampu bersaing secara global.
Ia menyebut terdapat lima pilar utama pembangunan berkelanjutan yang perlu menjadi perhatian KAHMI dan para alumninya, yakni peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing global, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional, penguatan karakter kebangsaan dan peradaban, serta tata kelola pembangunan yang baik, bersih dan berkelanjutan.
Sarasehan Nasional tersebut mengusung tema "Enam Dekade KAHMI: Meneguhkan Peran Alumni, Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa."
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum.
Kehadiran Romo R. Muhammad Syafi'i menegaskan komitmen KAHMI untuk terus berkontribusi sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.
Selain Prof. Rokhmin Dahuri, sejumlah tokoh nasional lintas bidang turut menjadi pemrasaran dalam sarasehan tersebut.
Di antaranya Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) 2014-2016, yang membahas reformasi birokrasi dan kepemimpinan kebangsaan.
Kemudian Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, Rektor Universitas Indonesia, yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi dan peradaban.
Turut hadir Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T., Anggota DPR RI Komisi III periode 2024-2029, yang membahas penegakan hukum dan keadilan sebagai fondasi kedaulatan.
Kehadiran tokoh dari unsur eksekutif, legislatif, akademisi dan alumni tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan dan peran alumni HMI dalam kehidupan kebangsaan.
Penyelenggaraan Sarasehan Nasional di UMN Sukabumi juga memiliki makna tersendiri. Universitas Madani Nusantara sebagai kampus yang lahir dari rahim pemikiran KAHMI diharapkan dapat menjadi laboratorium peradaban yang melahirkan SDM unggul dan berakhlak.
Momentum Milad ke-60 KAHMI tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat sinergi pentahelix antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pembangunan Indonesia yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045.

















































































