Jakarta, Gesuri.id — Komisi X DPR RI mendorong pemerintah untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Selain perbaikan sarana dan prasarana sekolah, pemulihan psikologis (trauma healing) bagi siswa dan guru dinilai mendesak agar proses pembelajaran tidak makin tertinggal.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menegaskan bahwa penanganan sektor pendidikan harus segera dilakukan begitu tahap tanggap darurat dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
"Beriringan dengan penanganan darurat, pendataan sekolah dan siswa terdampak harus segera dilakukan. Langkah ini penting agar perbaikan fasilitas pendidikan dapat mengejar ketertinggalan," tegas Esti di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Berdasarkan laporan yang diterima Komisi X, sejumlah daerah terdampak bencana masih mengalami krisis fasilitas pembelajaran mendasar:
Fasilitas Rusak di Aceh: Masih terdapat sekolah yang kekurangan meja dan kursi akibat rusak diterjang bencana.
Selain itu, buku pelajaran hancur diterjang banjir, serta peralatan praktik SMK dan laboratorium belum tersedia secara memadai.
Pendataan Cepat di NTT: Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa, Komisi X meminta pemerintah segera merampungkan pendataan kondisi fisik sekolah dan jumlah peserta didik sebagai basis intervensi bantuan.
Esti menekankan pentingnya efisiensi anggaran pemerintah untuk memprioritaskan pemulihan infrastruktur belajar yang mendesak ini.
"Kami berharap ada percepatan. Konsentrasikan pendanaan untuk hal-hal urgen seperti ini. Kita tidak ingin anak-anak terlalu lama tidak terfasilitasi sehingga timbul kesenjangan pendidikan yang makin lebar," tambahnya.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Pendampingan Psikologis Sama Pentingnya dengan Fasilitas Fisik
Tak hanya persoalan gedung dan alat belajar, Komisi X juga menyoroti aspek kesehatan mental warga sekolah.
Trauma akibat bencana dapat berdampak langsung pada kemampuan belajar siswa dan efektivitas mengajar para guru.
"Pendampingan psikologis melalui trauma healing wajib diberikan kepada anak-anak kita, termasuk para guru yang juga menjadi korban bencana," ujar politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Mengakhiri keterangannya, Esti mengingatkan bahwa pemulihan pendidikan tidak boleh dinomorwakilkan. Begitu kebutuhan pokok warga terpenuhi, fokus pemerintah harus segera dialihkan ke keberlanjutan masa depan peserta didik.

















































































