Ikuti Kami

Refleksi Ideologi, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi ideologis untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan politik partai di tengah masyarakat.

Refleksi Ideologi, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono.

Jakarta, Gesuri.id - Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur. 

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi ideologis untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan politik partai di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam ziarah tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, didampingi Sekretaris Chaerul Rizky Mantini, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Sekretaris Fraksi Tom Maskun, serta jajaran pengurus lainnya.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Di hadapan makam Bung Karno, rombongan memanjatkan doa sekaligus mengenang sosok Sang Proklamator yang meletakkan gagasan besar mengenai Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ono Surono menegaskan bahwa ziarah ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kegiatan seremonial.

"Ziarah ke makam Bung Karno ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan belum selesai. Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus kita hidupkan dalam kerja nyata, terutama keberpihakan kepada rakyat," ujar Ono, Selasa (11/8/2026).

Ono menekankan, politik bukanlah sekadar instrumen perebutan kekuasaan, melainkan alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ia meminta seluruh kader PDI Perjuangan Jawa Barat menjadikan Pancasila dan ajaran Trisakti sebagai pijakan utama dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini, seperti persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, ketahanan pangan, hingga kedaulatan sumber daya alam.

"Semangat Trisakti harus terus kita perjuangkan. Indonesia harus berdaulat, tidak boleh kehilangan kemandirian ekonomi, dan jangan sampai kehilangan jati diri sebagai bangsa," tegasnya.

Selain Trisakti, Ono mengingatkan pentingnya menerjemahkan semangat Marhaenisme dan budaya gotong royong dalam kerja politik sehari-hari. Kader diminta untuk tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi konsisten berada di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"Kalau kita bicara Bung Karno, maka kita bicara tentang keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada kaum Marhaen. Karena itu, kader partai harus turun, mendengar, dan bekerja bersama rakyat. Kekuatan partai ada di sana," lanjut Ono.

Ia berharap ziarah ini semakin memperkuat soliditas jajaran pengurus dan kader di Jawa Barat untuk terus menjaga api perjuangan Sang Proklamator dari generasi ke generasi.

"Jangan hanya mengenang Bung Karno, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya. PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai yang berada di sisi rakyat, memperjuangkan rakyat, dan bekerja untuk rakyat," pungkasnya.

Quote