Ikuti Kami

Ngobrol Bareng Legislator, Ruth Naomi Sebut Budaya Digital Jadi Satu Kesatuan Etika

Ngobrol Bareng Legislator, menampilkan tiga pengisi (narasumber) dengan mengangkat tema budaya digital.

Ngobrol Bareng Legislator, Ruth Naomi Sebut Budaya Digital Jadi Satu Kesatuan Etika
Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat membuat program bernama Ngobrol Bareng Legislator.

Jakarta, Gesuri.id - Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat membuat program bernama Ngobrol Bareng Legislator.

Ngobrol Bareng Legislator, menampilkan tiga pengisi (narasumber) dengan mengangkat tema budaya digital.

Pertama adalah Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, menyampaikan makna budaya sebagai landasan pembahasan budaya digital.

Ia menjelaskan budaya digital sebagai perwujudan interaksi dan komunikasi serta berelasi antar manusia di dunia digital.

"Budaya digital menjadi satu kesatuan etika," ujar Politisi PDI Perjuangan dikutip Senin (15/12).

Sebab, menjadi pedoman untuk menghormati orang lain, menjaga privasi, serta menerapkan standar perilaku yang sama seperti dalam kehidupan nyata.

Anggi Anggraeni, Dosen Universitas Pamulang, menerangkan ruang digital telah berkembang pesat.

Ruang digital membentuk pola interaksi sosial, praktik budaya, serta cara manusia membangun makna dan identitas.

Perlunya literasi digital untuk menjadi kunci navigasi budaya digital yang mencakup kecakapan teknis, etika digital, pengendalian diri, dan kemampuan berpikir kritis.

Patrick Jonathans, Dewan Pakar Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia, menegaskan bahwa internet tidak lagi dapat dipandang sebagai dunia maya semata.

Adanya perubahan ekosistem informasi, namun belum selalu diimbangi kesiapan budaya bermedia.

Diperlukan kejernihan berpikir atau mind quality menjadi hal yang sangat penting agar emosi tidak mendahului logika.

Sesi tanya jawab, peserta memberikan pertanyaan kepada narasumber dan secara bergantian menjawab.

Sebagai penutup, para narasumber menegaskan bahwa pembahasan budaya digital tidak hanya berfokus pada teknologi dan kecepatan arus informasi, tetapi juga pada nilai, etika, serta kualitas.

Quote