Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono (Kanang), menyebut renovasi Istana Gebang di Kota Blitar kini memasuki tahap akhir dengan progres fisik mencapai sekitar 80 persen.
Restorasi situs bersejarah yang menjadi tempat tinggal masa remaja Soekarno itu akan ditandai dengan pemasangan patung baru yang menonjolkan sisi intelektualitas Sang Proklamator.
“Ibu Megawati menghendaki patung seperti di Lemhannas, saat Bung Karno duduk membaca buku di kursi. Filosofinya jelas, Bung Karno bukan hanya sekadar proklamator, tetapi selamanya beliau adalah Guru Bangsa. Kita ingin sisi intelektual beliau lebih menonjol di sini,” kata Kanang saat meninjau progres proyek, Senin (2/3/2026).
Menurut Kanang, perubahan desain patung tersebut merupakan arahan langsung dari putri Bung Karno yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Dalam konsultasi desain, Megawati meminta agar patung di Istana Gebang dibuat serupa dengan yang ada di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Universitas Pertahanan (Unhan).
Saat ini, pengerjaan di lapangan tinggal menyisakan tahap pematangan pondasi untuk patung yang akan berdiri di halaman depan Istana Gebang. Patung tersebut telah selesai dikerjakan dan hanya menunggu waktu untuk dimobilisasi ke Blitar. Desainer yang menggarapnya pun sama dengan pembuat patung di Lemhannas guna menjaga akurasi dan kualitas artistik.
Kanang menambahkan, proyek renovasi berjalan berkat sinergi dengan Pemerintah Kota Blitar. Persetujuan dari Wali Kota Blitar menjadi dasar dimulainya pengerjaan yang bertujuan meningkatkan marwah Istana Gebang sebagai museum situs cagar budaya.
“Atas izin Pak Wali Kota Blitar ini sudah kita mulai dan dikerjakan serta harapan kita selesai agar lebih pantas lah seperti itu,” ucapnya.
Istana Gebang selama ini dikenal sebagai museum yang menyimpan berbagai memori kolektif bangsa, mulai dari perabot asli hingga dokumentasi masa muda Bung Karno. Dengan hadirnya patung Bung Karno Membaca, diharapkan pengunjung tak hanya melihat artefak sejarah, tetapi juga menangkap pesan reflektif tentang pentingnya literasi dan pemikiran besar Sang Putra Fajar.
Kini, masyarakat Blitar dan para pengagum Bung Karno menantikan selesainya proses pematangan pondasi. Setelah patung terpasang, Istana Gebang diharapkan memiliki nuansa baru yang lebih inspiratif dengan menegaskan Bung Karno sebagai Guru Bangsa.

















































































