Ikuti Kami

Nyoman Parta: Singgasana Seni Bung Karno Refleksi Perjalanan Bung Karno Dalam Merajut Seni Nusantara

Bung Karno meyakini bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Nyoman Parta: Singgasana Seni Bung Karno Refleksi Perjalanan Bung Karno Dalam Merajut Seni Nusantara
Gelaran Singgasana Seni Bung Karno yang berlangsung di kawasan Bali Beach Convention Center, Sanur, Sabtu (28/2/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, menghadiri gelaran Singgasana Seni Bung Karno yang berlangsung di kawasan Bali Beach Convention Center, Sanur, Sabtu (28/2/2026).

Kehadiran I Nyoman menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan seni dan budaya.

Dalam keterangannya, I Nyoman menegaskan Soekarno atau Bung Karno bukan hanya dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga seorang pecinta dan pelaku seni.

“Bung Karno di samping sebagai Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Presiden pertama RI, beliau juga seorang seniman. Beliau adalah pecinta seni yang sangat memahami bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa,” ujar I Nyoman, dikutip Senin (2/3).

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, I Nyoman juga menjelaskan Singgasana Seni Bung Karno merupakan refleksi perjalanan Bung Karno dalam merajut seni Nusantara sebagai bagian dari perjuangan membangun identitas nasional.

“Singgasana Seni Bung Karno ini menggambarkan perjalanan beliau dalam merajut seni Nusantara. Bung Karno meyakini bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan,” tulisnya.

Acara tersebut turut dihadiri Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati tiba di lokasi dengan pengawalan ketat dan disambut jajaran pengurus partai, tokoh masyarakat, serta para undangan. Kehadirannya mendapat sambutan hangat, mengingat konsistensinya dalam merawat dan menyebarluaskan ajaran Bung Karno.

Dalam kesempatan itu, Megawati didampingi putranya, Prananda Prabowo. Hadir pula Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, serta sejumlah kepala daerah di Bali.

Pagelaran yang diinisiasi oleh Mahagaya Pagelaran Persona (MPP) tersebut memadukan berbagai elemen seni dan ekonomi kreatif. Dalam satu rangkaian acara, pengunjung disuguhkan peragaan busana, pertunjukan musik, pameran produk industri kecil dan menengah (IKM) Bali, hingga bazar kuliner UMKM.

Ketua panitia penyelenggara, Nancy Prananda, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi bagi para desainer lokal untuk menampilkan karya yang terinspirasi dari kekayaan budaya daerah.

“Kami ingin setiap kota memiliki karakter khas dalam setiap pagelaran. Bali sebagai edisi perdana menghadirkan kekuatan tradisi yang dipadukan dengan sentuhan modern,” ujarnya.

Dalam edisi perdana ini, sebanyak 20 karya busana ditampilkan, terdiri dari 10 desain pria dan 10 desain wanita. Beberapa koleksi mengusung teknik ecoprint hasil kolaborasi dengan pelaku UMKM binaan MPP, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Melalui Singgasana Seni Bung Karno, para penyelenggara berharap dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif sekaligus memperkuat seni sebagai bagian dari identitas nasional dan ekonomi kerakyatan—sebuah semangat yang sejalan dengan pemikiran Bung Karno tentang pentingnya kebudayaan dalam membangun bangsa.

Quote