Ikuti Kami

PDI Perjuangaan Dorong Pemprov DKI Jakarta Akuisisi KRL Commuterline

Integrasi moda kereta dengan sistem transportasi Jakarta saat ini menghadapi tantangan serius karena perbedaan kebijakan antaroperator..

PDI Perjuangaan Dorong Pemprov DKI Jakarta Akuisisi KRL Commuterline
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan mendorong Pemprov DKI Jakarta mengakuisisi kereta rel listrik (KRL) Commuterline atau PT KAI Commuter (KCI).

Gagasan itu mencuat dalam focus group discussion (FGD) Kawal Jakarta bertema ‘Memperkuat Integrasi dan Kesetaraan Moda Transportasi Jakarta menuju Kota Bangsa yang Humanis, Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global’.

Menurut Pantas, integrasi moda kereta dengan sistem transportasi Jakarta saat ini menghadapi tantangan serius karena perbedaan kebijakan antaroperator.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

“Hari ini terungkap ternyata mengintegrasikan moda transportasi kereta api dengan moda transportasi yang lain itu sangat sulit. Sangat sulit karena KAI punya kebijakan-kebijakan sendiri di luar Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pantas di Lobi Fraksi PDI Perjuangaan DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Dalam diskusi tersebut, lanjut dia, muncul kembali gagasan agar Jakarta mengambil alih kepemilikan KRL agar lebih mudah diintegrasikan dengan sistem transportasi Ibu Kota.

“Nah maka tadi muncul gagasan, dan gagasan itu sebenarnya sudah pernah tadi terungkap waktu Pak Fauzi Bowo. Waktu Pak Fauzi Bowo (berkata), ‘Ya sudah kita beli aja sekalian itu,’ gitu. Supaya bisa diintegrasikan sebagai salah satu moda transportasi yang menjadi satu kesatuan di dalam rencana induk transportasi kita,” bebernya.

Pantas menambahkan, kemungkinan akuisisi tersebut bukan hanya soal kepemilikan semata, tetapi juga dapat menjadi alat tekan agar kerja sama antarlembaga transportasi bisa diperkuat.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

“Dimungkinkan, dan ya kalaupun tidak terjadi, itu sebagai semacam pendorong supaya KAI mau terintegrasi dengan transportasi Jakarta gitu lho,” ujarnya.

Dia menegaskan, jika pembelian tidak terealisasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap perlu mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan operator kereta.

“Kalau tadi ada pola transportasi makro yang ditetapkan tahun 2024, nah itu kemudian yang kita revisi, termasuk juga kemajuan teknologi. Mungkin pada waktunya apakah online ojol semua mungkin akan menjadi bagian dari moda transportasi,” tandasnya.

Quote