Ikuti Kami

PDI Perjuangan Serukan Perempuan Jadi Lokomotif Pembangunan Nasional

Bintang Puspayoga, menegaskan, perjuangan kesetaraan perempuan di Indonesia belum sepenuhnya selesai.

PDI Perjuangan Serukan Perempuan Jadi Lokomotif Pembangunan Nasional
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga.

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan mendorong perempuan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan dan masa depan bangsa. 

Hal tersebut disampaikan dalam dialog bertajuk “Perempuan Masa Depan Indonesia” yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh, Kamis (30/4).

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menegaskan, perjuangan kesetaraan perempuan di Indonesia belum sepenuhnya selesai. Meski telah mengalami kemajuan sejak era emansipasi, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan.

BaCa: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten

Menurutnya, sejarah panjang menunjukkan perempuan dulu tidak memiliki ruang untuk berpendapat, mengenyam pendidikan, maupun berkiprah di ruang publik. Namun kini, perempuan mulai menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai bidang.

“Dulu perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama. Namun, hari ini kita melihat kemajuan yang signifikan, meskipun tantangan masih ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, perempuan Indonesia saat ini telah berperan di berbagai sektor, termasuk hukum, pendidikan, hingga bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki seperti militer dan kepolisian. Di Kota Semarang, banyak perempuan dinilai berhasil berkontribusi dalam pembangunan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, menyampaikan, tema dialog ini menjadi pernyataan penting mengenai masa depan bangsa. Menurutnya, kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan diberi ruang dan kesempatan.

Ia menegaskan, sejarah telah membuktikan perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam memperjuangkan keadilan dan perubahan sosial. “Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga harus menjadi penggeraknya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu berperan aktif di masyarakat. Ia juga menyebut PDI Perjuangan telah memberikan ruang besar bagi perempuan untuk menduduki posisi kepemimpinan.

BaCa: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

Agustina menilai langkah awal yang harus dilakukan adalah menyelesaikan persoalan dalam diri sendiri agar memiliki keyakinan untuk maju. “Kalau dalam diri kita belum selesai, masih ragu-ragu, tidak akan bisa maju,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan pemimpin perlu fokus pada isu strategis seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan anak, dan ketahanan pangan. “Fokus saya sebagai wali kota adalah menyelesaikan hal-hal tersebut, karena dapat mendorong kemajuan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Dialog tersebut juga menghadirkan tokoh perempuan inspiratif Anne Avantie serta pelaku UMKM perempuan Kota Semarang Syanaz Nadya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan di masa depan.

Quote