Ikuti Kami

Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Lasarus: Harus Ada SOP yang Jelas!

Pemerintah diminta segera menetapkan standar operasional prosedur yang ketat dan jelas bagi kapal Pinisi.

Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Lasarus: Harus Ada SOP yang Jelas!
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti aspek keselamatan kapal pinisi menyusul kecelakaan laut di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, serta dua anaknya.

Insiden tersebut dinilai menjadi alarm serius terhadap standar keselamatan kapal wisata di Indonesia.

“Saya coba diskusi, saya kalau bicara soal kapal ini Pak, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono ini, Pak KNKT ini. Kapal Pinisi ini sedianya kan bukan untuk angkut orang Pak, ini kan untuk angkut barang,” kata Lasarus dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Basarnas, BMKG, dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026, di ruang rapat Komisi V DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (21/1/2026).

“Maka lambungnya itu kosong Pak. Ketika lambungnya kosong, atasnya berat, pasti dia gampang oleng. Harusnya kan lambungnya diisi,” sambungnya.

Lasarus mempertanyakan sistem pengawasan serta proses ramp check terhadap kapal pinisi yang beroperasi mengangkut penumpang. Menurutnya, aspek kelaikan berlayar harus menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan jiwa.

“Ini sistem pengawasan kapal pinisi ini bagaimana ini? Ramp check-nya, kemudian kelaikan berlayarnya, dan seterusnya. Apakah sama dengan kapal-kapal pada umumnya? Karena ini juga menyangkut nyawa orang, angkut orang dan juga angkut barang,” ujarnya.

Ia menekankan kecelakaan di Labuan Bajo tersebut menjadi sorotan internasional karena melibatkan figur publik dunia, sehingga berdampak langsung pada citra Indonesia sebagai destinasi wisata.

“Apalagi kejadian yang di Labuan Bajo ini, salah satu figur yang dikenal oleh dunia Pak, pelatih sepak bola Valencia, sehingga dunia memperhatikan ke kita semua seperti apa standar keselamatan kita, dalam rangka kita mengawal seluruh wisatawan yang datang ke tempat kita, apapun moda transportasinya, termasuk kapal pinisi ini,” ungkapnya.

Lasarus pun meminta Kementerian Perhubungan memberikan perhatian khusus terhadap standar keselamatan dan kelaikan kapal pinisi yang kini semakin banyak digunakan sebagai sarana wisata.

“Jadi ini menurut saya harus ada protap yang jelas ini Pak Menteri, karena sedianya kapal ini dulunya bukan untuk angkut orang Pak,” jelasnya.

Secara teknis, Lasarus menjelaskan kapal dengan beban berat di bagian atas dan lambung kosong memiliki risiko tinggi terbalik saat diterjang gelombang, sebagaimana hasil analisa yang disampaikan KNKT kepada Komisi V DPR.

“Kalau pun angkut orang, lambungnya itu dipadatkan dulu barang, sehingga kapal ini tidak oleng di atas Pak. Kalau sekarang kan kapal pinisi tingkat-tingkat Pak, bawahnya kosong, berat di atas. Lambungnya, ini salah satu analisa Pak KNKT ini menyampaikan kepada kami ya, sehingga ketika ada gelombang kalau dia berat di atas logikanya paling gampang dia terbalik,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut berharap pemerintah segera menetapkan standar operasional prosedur yang ketat dan jelas bagi kapal pinisi, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

“Ini menurut saya sebelum saya kelewat, ini harus ada SOP yang jelas Pak terkait kapal Pinisi ini, sehingga nanti kapal pinisi yang semakin hari semakin banyak, bertambah sesuai dengan permintaan masyarakat yang ingin menggunakannya, baik untuk angkutan barang maupun angkutan orang,” tuturnya.

“Saya pikir ini perlu mendapat perhatian sehingga ada perlu standar operasional prosedur yang jelas yang ditetapkan oleh regulator, yaitu dari Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.

Quote