Ikuti Kami

Puncak Papua Kondusif, Proses Belajar Diaktifkan Kembali

Bupati Willem Wandik mengatakan proses belajar mengajar dimulai 9 September 2022 di semua tingkatan pendidikan, PAUD, SD, SMP dan SMU/SM.

Puncak Papua Kondusif, Proses Belajar Diaktifkan Kembali
Pengaktifan kembali proses belajar mengajar di Kabupaten Puncak Papua.

Puncak Papua, Gesuri.id - Bupati Puncak Willem Wandik SE, M,Si mengaktifkan kembali proses belajar di wilayahnya setelah sempat vakum hampir setahun lamanya karena situasi keamanan yang tidak kondusif.

Pengaktifan kembali proses belajar mengajar diawali dengan ibadah dan doa pemulihan pendidikan di Kabupaten Puncak Papua, diikuti masyarakat, para orang tua, tokoh agama, tokoh adat, TNI/Polri, para guru dan peserta didik di halaman SMAN 1 Ilaga, Kamis (8/9).

Baca Jokowi Minta Imigrasi Permudah Urusan atau Ganti Pejabat

Bupati Willem Wandik mengatakan proses belajar mengajar dimulai 9 September 2022 di semua tingkatan pendidikan, PAUD, SD, SMP dan SMU/SM.

"Dengan diadakanya ibadah ini, maka mulai Jumat 9 September, sekolah-sekolah di Kabupaten Puncak, terutama di Ilaga dan Beoga, dari PAUD, SD dan SMP, sampai dengan SMA/SMK, sudah bisa kembali dibuka, dan guru-guru sudah harus mengajar lagi seperti biasa, apalagi sudah ada jaminan keamanan dari TNI/Polri," jelas Bupati Wandik.

Kondisi keamanan di Kabupaten Puncak terganggu sejak tahun 2020 yang bermula dari terbunuhnya dua guru di Beoga setelah diserang KSB, sejak itu sebagian besar guru memilih mengungsi keluar dari Kabupaten Puncak, meninggalkan lokasi tugas, yang berdampak pada terhentinya aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Beoga dan Ilaga.

Awal 2022 anggota Binmas Noken Polres Puncak bekerjasama dengan guru-guru membuka proses belajar mengajar sementara yang dipusatkan di pusat Kota Ilaga, seperti di aula Negelar dan juga di rumah-rumah guru.

Sejak akhir Juli 2022 secara berangsur kondisi keamanan di Puncak mulai kondusif, sehingga pada 17 Agustus 2022 digelar upacara HUT-77 RI di Ilaga yang dipimpin Bupati Puncak Willem Wandik. Sejak itu kondisi mulai ramai, para guru maupun ASN serta para pimpinan OPD kembali ke tempat tugasnya di wilayah Kabupaten Puncak.

Usai ibadah syukuran Bupati Wandik didampingi Ketua PKK Puncak Ny Elpina K. Wandik, SKm, M.Kes berinteraksi dengan anak-anak sekolah. “Anak-anak sekarang mau sekolah kah?” tanya Bupati. "Kami ingin sekolah lagi, kami ingin belajar lagi," jawab anak-anak serentak.

Mewakili para pelajar di Distrik Ilaga dan Beoga dan Gome, Ketua Osis SMAN 1 Ilaga Dito Kiwak, berharap agar semua pihak bersatu  menjaga keamanan di Kabupaten Puncak, anak-anak sebagai generasi pelanjut kembali bersekolah.

“Satu tahun hampir kami tidak sekolah aktif karena kondisi di Ilaga tidak kondusif, kami terpaksa belajar di rumah guru, bahkan tidak belajar baik, sekarang kami senang, bisa kembali sekolah, kami adalah generasi masa depan Kabupaten Puncak, kami ingin belajar,” ungkapnya.

“Saya senang sekali sudah mau sekolah lagi, saya akan ketemu ibu guru, ketemu teman-teman, kami bisa kembali bermain bersama di sekolah,” ujar Akwila siswa SD kelas III.

Sementara itu, Linus Wandagau,S.Pd, guru SMAN 1 Beoga berharap semua orang tua di Kabupaten Puncak Papua, mendukung pendidikan karena sebuah daerah maju jika pendidikannya baik.

Baca Jokowi: RI Resmi Ambil Alih FIR Riau-Natuna dari Singapura

“Kami guru-guru berharap adanya keamanan, jika kondisi aman, kondusif, maka teman-teman guru, terutama yang nusantara bisa tenang mengajar kami punya anak-anak, sebagai generasi penerus pembangunan di Kabupaten Puncak,” tambahnya.

Bupati Puncak Papua Willem Wandik menegaskan jika pendidikan yang baik tidak bisa diberikan kepada generasi muda maka itu juga pelanggaran HAM. 

“Pelanggaran HAM besar, ketika anak-anak ini tidak sekolah, untuk itu mulai saat ini sekolah-sekolah harus dibuka, jangan lagi ditutup, begitu juga kami orang Puncak, mari jaga keamanan, sehingga guru-guru bisa mengajar anak-anak jangan sampai masa depan anak-anak kami suram karena tidak adanya jaminan keamanan.

Dalam kesempatan tersebut juga Bupati Wandik bersama dengan PLT. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak Ir Darwin Tobing, MM, menyerahkan secara simbolis SK kepada 32 guru yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), mereka nantinya disebar di sejumlah sekolah di Kabupaten Puncak.

Quote