Ikuti Kami

Rieke Diah Dorong Percepatan Satu Data Kebencanaan Sumatra, Perkuat Mitigasi Bencana

Menurut Rieke, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyusun data kebencanaan yang akurat dan terpadu.

Rieke Diah Dorong Percepatan Satu Data Kebencanaan Sumatra, Perkuat Mitigasi Bencana
Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mendorong percepatan penerapan Satu Data Indonesia yang dimulai dari penyusunan satu data kebencanaan Sumatra. Kota Padang, Sumatra Barat, dipilih sebagai wilayah percontohan (piloting) dalam upaya penguatan data dasar kebencanaan nasional.

Hal tersebut disampaikan Rieke saat menghadiri kegiatan pendataan kebencanaan terpadu di Lanud Sutan Sjahrir, Kota Padang, Sabtu (27/12). Kegiatan ini melibatkan lintas kementerian, lembaga, TNI, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi.

"Alhamdulillah, hari ini kita berada di Lanud Sutan Sjahrir, Kota Padang. Ini menjadi hal yang penting karena atas arahan Menteri Bappenas, kita diminta bersama-sama memperjuangkan satu data Indonesia yang dimulai dengan satu data kebencanaan Sumatra," ujar Rieke seperti dikutip dari akun Instagram @riekediahp, Selasa (30/12).

Kolaborasi Lintas Sektor

Menurut Rieke, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyusun data kebencanaan yang akurat dan terpadu. Sejumlah instansi terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Bappenas, Badan Informasi Geospasial (BIG), Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara, TNI AD, TNI AL, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Selain itu, pendampingan akademik juga dilakukan oleh IPB University dan Universitas Andalas. Rieke menilai keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memastikan validitas ilmiah dan keberlanjutan pengelolaan data.

Rieke menegaskan, penyusunan satu data kebencanaan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab sejarah bangsa. Ia menyebut Sumatra Barat memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk kontribusi tokoh-tokoh Minangkabau dalam perumusan dasar negara.

"Kami memohon agar semua yang terlibat menjadikan ini bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi melanjutkan tugas sejarah. Semoga kepergian para korban bencana di Sumatra tidak menjadi sia-sia, justru menjadi kekuatan untuk menyatukan Indonesia melalui satu data dasar," katanya.

Penerbangan Drone

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan penerbangan drone pemetaan untuk pengumpulan data spasial. Perwakilan Pusat Geospasial TNI AU menjelaskan drone yang digunakan adalah Hapya Map P60 dengan ketinggian terbang sekitar 1.500 hingga 2.000 feet dan mampu menghasilkan resolusi gambar hingga 6 sentimeter.

Pendataan awal difokuskan pada lima kecamatan dan 25 kelurahan terdampak bencana di Kota Padang. Data ini akan digunakan untuk mendukung program rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana berbasis Satu Data Indonesia.

Rieke berharap, sinergi lintas sektor ini dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadapi risiko bencana ke depan serta memperkuat perencanaan pembangunan nasional berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

Quote