Ikuti Kami

Rieke Diah Pitaloka Soroti Overkapasitas Hingga Dugaan Pelanggaran Lapas

Berbagai isu krusial diangkat dalam pembahasan ini, mulai dari masalah overkapasitas tempat hunian, keterbatasan tenaga medis

Rieke Diah Pitaloka Soroti Overkapasitas Hingga Dugaan Pelanggaran Lapas
Anggota Komisi XIII Rieke Diah Pitalola saat kunjungan kerja spesifik Komisi XIII DPR RI ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Jawa Barat, Jumat Petang (25/9/2026). Foto: Wilga/Karisma/DPR.go.id

Jakarta, Gesuri.id – Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka kembali menyoroti berbagai persoalan mendasar di lingkungan pemasyarakatan melalui program kanal digitalnya. 

Dalam episode terbaru bertajuk Buka Dapur by Pitaloka, ia membawa publik melihat dari dekat kondisi di dalam Lapas Sukamiskin, Bandung. Penelusuran tersebut memotret secara rinci berbagai problematika yang kerap tersembunyi di balik tembok lembaga pemasyarakatan.

"Jangan cuma lihat dari luar. Buka Dapurnya, lihat persoalannya, dan temukan pembahasannya."ujar Rieke, Jumat (2/10/2026).

Berbagai isu krusial diangkat dalam pembahasan ini, mulai dari masalah overkapasitas tempat hunian, keterbatasan tenaga medis, hingga minimnya anggaran kesehatan bagi warga binaan. 

Selain itu, persoalan pemenuhan hak data kependudukan dan efektivitas program pembinaan juga menjadi fokus utama. Mayoritas warga binaan yang terjerat kasus narkotika kian mempertegas mendesaknya evaluasi serta pembenahan sistem pembinaan agar para narapidana benar-benar siap kembali ke tengah masyarakat.

Tidak hanya di Lapas Sukamiskin, penelusuran ini juga menyentuh isu krusial lain terkait dugaan penyalahgunaan rumah dinas di Lapas Cibinong. 

Isu tersebut memicu dorongan kuat perlunya pendalaman serta investigasi menyeluruh terhadap setiap potensi pelanggaran di lingkungan institusi pemasyarakatan. Langkah ini dinilai penting demi menjaga transparansi, akuntabilitas, dan pembenahan tata kelola lembaga secara menyeluruh.

Melalui unggahannya, Dr. Rieke Diah Pitaloka, M.Hum. mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat kondisi pemasyarakatan dari luar saja.

Quote