Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Pariwisata Ciayumajakuning Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) yang dinilai mampu menjadi motor penggerak jika dikelola secara optimal.

Rokhmin Dahuri: Pariwisata Ciayumajakuning Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Rokhmin Dahuri, menghadiri acara besar Halal Bihalal dan Silaturahmi Bersama Dulur Cirebonan yang bertempat di Ballroom Mina Bahari Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Rokhmin Dahuri, menghadiri acara besar Halal Bihalal dan Silaturahmi Bersama Dulur Cirebonan yang bertempat di Ballroom Mina Bahari Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat.

Rokhmin, menyoroti besarnya potensi sektor pariwisata di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika dikelola secara optimal.

Rokhmin mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, dalam kurun 15 tahun terakhir, jumlah kehadiran peserta tahun ini menjadi yang terbanyak daripada acara sebelumnya

“Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekuatan jaringan masyarakat Ciayumajakuning yang luar biasa,” ujarnya.

“Beragam potensi wisata unggulan di kawasan Ciayumajakuning. Dari sisi wisata alam, wilayah Cirebon memiliki kawasan pesisir yang terus berkembang, termasuk proyek waterfront city di bekas Taman Ade Irma Suryani yang kini ditata menjadi kawasan wisata modern yang menghadap laut,” ungkap Rokhmin Dahuri di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Sementara itu, untuk wisata pegunungan dan udara sejuk, wilayah Kuningan dan Majalengka dinilai memiliki potensi besar. Di sisi lain, kawasan Indramayu menawarkan wisata pantai seperti Pantai Tirtamaya dan Eretan yang juga tak kalah menarik.

Selain itu, terdapat pula destinasi kuliner khas seperti Restoran Nusantara yang berada di kawasan pelabuhan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Rokhmin juga menekankan kekayaan wisata kuliner khas daerah. Beragam makanan tradisional seperti nasi jamblang, empal gentong, mie koclok, nasi lengko, hingga tahu gejrot menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di sektor agrikultur, ia juga menyinggung potensi ekspor komoditas unggulan seperti mangga dari Indramayu yang kini mulai dilirik pasar internasional, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Selain itu, wisata berbasis budaya dan religi juga menjadi kekuatan utama kawasan ini, seperti keberadaan keraton-keraton di Cirebon dan situs ziarah Makam Sunan Gunung Jati yang menjadi destinasi penting bagi wisata religi.

Meski memiliki potensi besar, Rokhmin menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah bagaimana mentransformasikan seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi nyata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya potensi, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai magnet ekonomi dan pusat kemakmuran bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, serta pemanfaatan anggaran negara seperti APBN dan APBD untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Ciayumajakuning, Rokhmin optimistis wilayah Ciayumajakuning dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bahkan nasional.

Dihadiri beberapa tokoh nasional yang merupakan pengurus Paguyuban Cirebonan, diantaranya, Yuddy Crisnandi mantan Menteri PAN-RB, Robidi (STMA Trisakti/Pengurus Paguyuban, Agung Laksono Mantan Menpora, Ade Supandi eks KSAL serta para pengurus Paguyuban dan tamu undangan yang merupakan warga Ciayumajakuning yang berada di Jakarta.

Quote