Ikuti Kami

Sambangi Pekerja PT GRS, Cornelis Dorong Trickle-Down Effect untuk Perkuat Gizi dan Cegah Stunting

Cornelis: Trickle-Down Effect Investasi Dimulai dari Kesejahteraan, Berujung pada Generasi Berkualitas.

Sambangi Pekerja PT GRS, Cornelis Dorong Trickle-Down Effect untuk Perkuat Gizi dan Cegah Stunting
Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H.

Landak, Gesuri.id - Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H. menegaskan bahwa keberadaan perusahaan harus mampu menghadirkan trickle-down effect yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, manfaat investasi tidak hanya diukur dari terbukanya lapangan kerja, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan keluarga yang berdampak pada kualitas gizi, kesehatan, dan lahirnya generasi yang lebih unggul.

Pernyataan tersebut disampaikan Cornelis saat melakukan kunjungan kerja menghadiri kegiatan bersama para pekerja PT GRS yang turut dihadiri Kapolsek Mandor, Babinsa Mandor, Camat Mandor, jajaran pimpinan PT GRS, tokoh masyarakat, serta para ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, dan lansia di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Jumat (7/8/2026). 

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Menurut Cornelis, hubungan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus dibangun atas dasar saling mendukung. Perusahaan membutuhkan masyarakat untuk berkembang, sementara masyarakat memperoleh manfaat melalui kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

“Kalau perusahaan memberikan manfaat kepada masyarakat, maka perusahaan juga harus dijaga. Pemerintah, perusahaan, dan karyawan harus saling mendukung. Itulah sense of belonging yang harus dibangun,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan kesejahteraan melalui investasi harus diikuti dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi keluarga sebagai langkah nyata mencegah stunting. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum anak dilahirkan,  
juga menghindari pernikahan usia dini, rutin memeriksakan kehamilan, serta memastikan ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi, khususnya yang mengandung protein.

“Jangan sekadar makan, tetapi makanlah makanan yang bergizi. Kecerdasan anak mulai dibentuk sejak masih berada di dalam kandungan. Karena itu, 1000 hari pertama kehidupan menjadi masa yang paling menentukan,” kata Cornelis.

Setelah bayi lahir, lanjutnya, pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara optimal menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan gizi tidak selalu harus dipenuhi dengan makanan yang mahal. Menurutnya, telur merupakan salah satu sumber protein yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan itu, Cornelis turut mengapresiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah yang baik dan perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan yang tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Cornelis menegaskan bahwa stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kemiskinan, tetapi juga dipengaruhi pola asuh dan perhatian orang tua terhadap kesehatan anak. Oleh karena itu, ia mengajak setiap keluarga menjadikan pemenuhan gizi dan pendidikan anak sebagai prioritas utama.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Ia mengungkapkan bahwa pentingnya pencegahan stunting telah disuarakannya sejak 1979. Baginya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang lahir dari keluarga-keluarga yang sehat.

“Kita ingin melahirkan generasi Dayak yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Mereka inilah yang kelak akan membangun Kalimantan Barat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Cornelis juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin berat akibat perubahan iklim yang berdampak terhadap ketahanan pangan dunia. Karena itu, menurutnya, menjaga lingkungan hidup menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kecukupan pangan dan kualitas gizi masyarakat.

“Kalau lingkungan tidak kita jaga, produksi pangan akan terganggu. Ketika pangan terganggu, gizi masyarakat ikut terdampak. Karena itu, pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan sumber daya manusia harus berjalan bersama,” pungkasnya.

Quote