Ikuti Kami

​Siswa Madrasah Belajar di Teras, Wibowo Prasetyo Desak Percepatan Pembangunan RKB di Purworejo

Wibowo menekankan bahwa penyediaan fasilitas belajar yang layak merupakan hak mendasar setiap peserta didik.

​Siswa Madrasah Belajar di Teras, Wibowo Prasetyo Desak Percepatan Pembangunan RKB di Purworejo
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo.

​Purworejo, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, menyoroti keterbatasan sarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purworejo. 

Kondisi memprihatinkan yang memaksa sejumlah siswa belajar lesehan di teras sekolah tersebut dinilainya sebagai persoalan mendesak yang harus segera diintervensi.

​Temuan tersebut diperoleh Wibowo saat menggelar kunjungan reses di MIN 3 Purworejo, Sabtu (8/8/2026). Selain keterbatasan ruang kelas, alih fungsi ruangan yang kurang memadai serta perluasan akses Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi aspirasi utama yang diserapnya.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres 

​"Ketika melihat anak-anak harus belajar di teras secara lesehan karena ruang kelas tidak mencukupi, ini jelas kebutuhan mendesak. Apalagi sejumlah ruang non-kelas terpaksa dialihfungsikan. Kebutuhan lima ruang kelas baru (RKB) ini harus kita ikhtiarkan bersama," tegas Wibowo.

​Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI ini menekankan bahwa penyediaan fasilitas belajar yang layak merupakan hak mendasar setiap peserta didik. Infrastruktur pendidikan tidak boleh dipandang sekadar fisik bangunan, melainkan investasi masa depan generasi muda.

​"Membangun ruang kelas bukan sekadar mendirikan tembok, lantai, dan atap. Kita sedang membangun tempat anak-anak Purworejo menyiapkan masa depannya. Anak-anak madrasah berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan nyaman," ujarnya.

​Sebagai mitra kerja Kementerian Agama (Kemenag), Wibowo meminta pihak sekolah bersama Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo untuk segera melengkapi data dan administrasi pengajuan RKB. Kelengkapan dokumen tersebut menjadi syarat utama agar usulan dapat dikawal dalam proses verifikasi dan penganggaran di tingkat pusat.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​"Ada proses administrasi, verifikasi, hingga penentuan skala prioritas. Namun, aspirasi ini tidak boleh berhenti di pertemuan hari ini. Data dan dokumennya kita siapkan dengan baik, lalu akan kita komunikasikan dan perjuangkan di Kementerian Agama," kata Wibowo.

​Selain infrastruktur, Wibowo juga memberi perhatian serius pada penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa madrasah dari keluarga kurang mampu. Ia meminta pendataan dilakukan secara presisi agar tidak ada anak yang putus sekolah akibat kendala finansial.

​"Jika ada siswa yang secara ekonomi benar-benar membutuhkan tetapi belum menerima PIP, datanya harus segera dihimpun. Jangan sampai ada anak yang punya semangat belajar dan cita-cita tinggi terganggu pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi," pungkasnya.

Quote