Ikuti Kami

Samuel Wattimena Tegaskan Narasi Kuat dan Isu Lingkungan Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Samuel mengungkapkan keprihatinannya saat melihat etalase produk lokal di mancanegara yang kurang terkelola dengan baik. I

Samuel Wattimena Tegaskan Narasi Kuat dan Isu Lingkungan Kunci UMKM Tembus Pasar Global
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyoroti kendala utama yang menghambat produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.

Menurutnya, kegagalan banyak pelaku usaha dalam menembus pasar luar negeri bukan disebabkan oleh kualitas produk semata, melainkan karena minimnya pemahaman mengenai pentingnya kekuatan narasi.

Samuel mengungkapkan keprihatinannya saat melihat etalase produk lokal di mancanegara yang kurang terkelola dengan baik. Ia menyayangkan banyaknya produk unggulan Indonesia di Kedutaan Besar luar negeri yang hanya berakhir sebagai tumpukan barang tanpa identitas yang jelas bagi calon pembeli internasional.

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

"Kalau kita sudah punya showroom di Kedutaan Besar luar negeri, tolong dilengkapi dengan narasi yang tepat. Banyak barang di kedutaan hanya menjadi tumpukan karena tidak ada data asal daerah, cara produksi, dan bahan dasarnya," tegas Samuel Wattimena secara daring dalam peresmian Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah atau Central Java Trade and Export Center (CJTEC), di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat (30/1).

Peluncuran dilakukan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Nawal Arafah Yasin, Direktur Kadin Indonesia Trading House (ITH) Esther Mandagi, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto, serta Koordinator CJTEC Syahnaz Nadya

Selain persoalan komunikasi produk, Samuel menekankan bahwa tantangan geopolitik dan perubahan standar pasar global menjadi hambatan nyata.

Ia mengingatkan bahwa preferensi konsumen internasional telah bergeser secara signifikan, di mana aspek keberlanjutan kini menjadi tolok ukur utama dalam memilih sebuah produk.

Samuel menambahkan bahwa pasar internasional saat ini sangat sensitif terhadap isu lingkungan. Produk yang mengusung konsep green craftsmanship atau kerajinan ramah lingkungan bukan lagi sekadar tren, melainkan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk bisa menembus pasar di negara-negara maju.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya aspek legalitas usaha dalam perdagangan modern. Jika pada era sebelumnya legalitas sering terabaikan, kini komponen tersebut menjadi unsur vital yang mulai disadari oleh para pelaku UMKM kontemporer sebagai perlindungan hukum sekaligus tiket masuk ke pasar global.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Di sisi lain, potensi UMKM Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan sebagaimana disampaikan Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Produk seperti keramik Naruna dari Salatiga, anyaman Rorokenes, hingga Batik Pekalongan berbasis kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu meraih prestasi dan pasar ekspor.

Nawal juga memaparkan betapa besarnya perputaran ekonomi di sektor ini, seperti di Kabupaten Jepara yang memiliki 81.600 unit UMKM ukiran dengan nilai perputaran mencapai Rp3,5 triliun per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa sektor kriya memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat jika dikelola secara profesional.

Menutup pandangannya, Samuel Wattimena berharap adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperbaiki strategi pemasaran. Dengan memadukan kualitas produk, narasi yang menggugah, dan kepatuhan terhadap standar lingkungan, produk UMKM Indonesia diyakini mampu merajai pasar internasional.

Quote