Medan, Gesuri.id - Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, mengajak generasi muda khususnya mahasiswa untuk aktif melakukan riset dan inovasi demi memperkuat daya saing bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Aula Bung Karno, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Gang Bakul, Medan, Selasa (10/3).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang antusias mengikuti pemaparan mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sofyan Tan menekankan bahwa empat pilar kebangsaan tersebut bukan hanya sekadar konsep atau slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh generasi muda melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan penelitian.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, salah satunya dalam memperkuat daya saing ekonomi dan mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya gagasan, teknologi, serta riset-riset yang dapat memberikan solusi bagi pembangunan bangsa.

Sofyan Tan menjelaskan bahwa riset yang dilakukan oleh mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada karya ilmiah semata, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah bagi dunia usaha, perusahaan, dan industri nasional.
Ia menilai, jika riset-riset tersebut dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, maka dapat melahirkan berbagai inovasi teknologi yang membantu meningkatkan produktivitas sektor industri maupun pertanian.
Sektor pertanian, kata dia, menjadi salah satu bidang yang sangat membutuhkan dukungan inovasi teknologi dari hasil penelitian akademik. Melalui riset yang kuat, Indonesia dapat mengembangkan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan. Hal ini menjadi penting karena ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Menurut Sofyan Tan, generasi muda khususnya mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi dalam membangun bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, amanat yang tertuang dalam UUD 1945, serta komitmen menjaga persatuan dalam bingkai NKRI yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya fokus mengejar gelar akademik, tetapi juga mampu melahirkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus berani melakukan riset dan inovasi. Dari kampuslah lahir berbagai gagasan besar yang dapat memperkuat industri, membantu sektor pertanian, serta mendukung gerakan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sofyan Tan menambahkan, jika riset-riset dari perguruan tinggi terus berkembang dan didukung oleh kolaborasi dengan dunia industri serta pemerintah, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat dan mandiri. Menurutnya, melalui riset yang berkualitas, Indonesia dapat berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan global, sekuat dan sekokoh empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang dimiliki bangsa Indonesia.

















































































