Ikuti Kami

Soroti Ketidakpastian Global, Didik Haryadi Ingatkan BI Perkuat Sinergi Domestik

Didik menyoroti empat poin krusial yang perlu menjadi perhatian serius otoritas moneter dan fiskal.

Soroti Ketidakpastian Global, Didik Haryadi Ingatkan BI Perkuat Sinergi Domestik
Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi, mengingatkan Bank Indonesia (BI) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk bersiap menghadapi tingginya ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI yang membahas evaluasi kinerja BI tahun 2025 dan proyeksi ekonomi ke depan.

Didik menyoroti empat poin krusial yang perlu menjadi perhatian serius otoritas moneter dan fiskal:

1. Validitas Proyeksi Ekonomi 2026

Didik mempertanyakan relevansi proyeksi ekonomi tahun 2026 yang telah disusun oleh Bank Indonesia. 

Mengingat eskalasi konflik global yang terus berubah, ia mendesak BI untuk segera memberikan konfirmasi atau revisi jika diperlukan.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Apakah proyeksi di tahun 2026 ini masih valid dan berlaku, atau akan ada perubahan? Kita tahu saat ini situasi geopolitik dan geoekonomi global sedang sangat dinamis," ujar Didik.

2. Kolaborasi KSSK dan Jaminan Stabilitas Domestik

Menurut Didik, menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah badai global bukan hanya menjadi beban Bank Indonesia sendirian. Diperlukan kerja sama yang solid di dalam KSSK (yang terdiri dari Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS) serta dukungan politik dari legislatif demi membangun kepercayaan (trust) publik dan pelaku pasar.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa mengendalikan faktor eksternal—seperti konflik Timur Tengah, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ataupun kebijakan proteksionisme AS. Oleh karena itu, fokus utama yang bisa dikendalikan adalah penguatan internal.

"Jika kita tidak bisa menjaga stabilitas internal, kita tidak akan mampu membentengi diri dari dampak luar. Menjaga situasi domestik tetap kondusif adalah tugas kita bersama," tegasnya.

3. Stimulus Menuju Kemandirian Bangsa.

Lebih lanjut, Didik mendorong BI dan KSSK untuk melahirkan stimulus ekonomi yang berfokus pada kemandirian bangsa. Ia meminta adanya peta jalan (roadmap) yang matang untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing, khususnya pada sektor-sektor strategis.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Beberapa sektor yang menjadi sorotan utama meliputi:

- Swasembada energi

- Swasembada pangan

- Akselerasi hilirisasi industri

"Ini bukan tugas instan, melainkan butuh perencanaan matang dan komitmen lintas lembaga untuk memetakan sektor mana saja yang ketergantungan asingnya bisa kita pangkas secara bertahap," tambah Didik.

4. Sinyal Positif yang Dinanti Pasar

Menutup penyampaiannya, Didik mengingatkan bahwa publik dan pelaku pasar saat ini tengah menanti hasil nyata dan proyeksi dari rapat tersebut. Ia berharap Bank Indonesia dapat memberikan indikasi kuat mengenai ketangguhan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan dua hingga tiga bulan ke depan.

Sentimen positif dari otoritas moneter dinilai sangat krusial untuk memberikan ketenangan dan kepastian bagi pasar serta masyarakat luas.

Quote