Ikuti Kami

Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah serta Apresiasi Dukungan Indonesia terhadap Palestina

Dubes Kuwait Dorong Indonesia Berperan Aktif Dukung Upaya Pemulihan Stabilitas dan Perdamaian di Kawasan Teluk.

Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah serta Apresiasi Dukungan Indonesia terhadap Palestina
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Foto: Monang Sinaga.

Jakarta, Gesuri.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas dampak berlanjutnya konflik di Timur Tengah serta hubungan baik antara kedua negara.

Megawati didampingi oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politikus PDI Perjuangan M. Guntur Romli. Sebelumnya pada hari yang sama, Megawati juga menerima Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau.

Pada awal dialog, Hasto menjelaskan bahwa Duta Besar Kuwait menyampaikan apresiasinya atas dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sang Dubes menegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina kemungkinan merupakan bentuk kolonialisme terakhir di muka bumi. Ia juga menyebut bahwa Kuwait dan negara-negara Arab lainnya menaruh penghormatan besar kepada Bung Karno atas perjuangannya melawan kolonialisme yang menjadi inspirasi bagi mereka.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

"Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait. Kuwait kemudian bergabung dengan Gerakan Non-Blok. Saat ini, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South, terutama karena sejarah perjuangannya dalam meraih kemerdekaan yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Kuwait," kata Hasto.

Menanggapi hal tersebut, Megawati menyatakan bahwa Indonesia memainkan peran geopolitik yang sangat penting dalam penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

"Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," ucap Megawati.

Duta Besar Khalid juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran kepemimpinan Ibu Megawati dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi dan toleransi di Indonesia.

Pembahasan kemudian berlanjut pada konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak perang yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik," ujar Ibu Megawati. 

Sementara itu, Duta Besar Khalid menegaskan bahwa Kuwait telah menyatakan secara jelas bahwa negaranya bukan pihak dalam konflik bersenjata tersebut dan menolak penggunaan wilayah maupun ruang udaranya sebagai titik awal serangan terhadap negara-negara tetangga.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

“Namun demikian, selama hampir dua bulan terakhir Kuwait terus menghadapi serangan intensif. Serangan-serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung-gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan Iran tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip-prinsip hukum internasional. Dengan dalih bahwa serangan Iran tersebut bertujuan untuk mengganggu fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di Kuwait," urai Dubes Kuwait.

Dubes Khalid Jassim Al-Yassin menegaskan bahwa Kuwait tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan tetap berkomitmen untuk memperkuat perdamaian.

"Posisi tersebut telah disampaikan kepada Iran, namun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah," sebut Dubes Kuwait.

Pertemuan itu juga membahas berbagai solusi atas perang di Timur Tengah, termasuk persoalan Selat Hormuz. Duta Besar Khalid menekankan pentingnya pembukaan kembali selat tersebut sebagai jalur perdagangan internasional mengingat perannya yang vital bagi stabilitas pasar energi global.

Hasto juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Ibu Megawati saat ini mendapat perhatian luas dari dunia internasional, di mana banyak duta besar negara sahabat terus menjalin komunikasi dengannya.

Quote