Ikuti Kami

Sugianto Tegaskan  Esensi Reses adalah Memperkuat Hubungan Legislatif dan Masyarakat

Sugianto menjelaskan proses birokrasi pembangunan agar warga memahami skala prioritas yang harus didahulukan.

Sugianto Tegaskan  Esensi Reses adalah Memperkuat Hubungan Legislatif dan Masyarakat

​Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto reses di Rumah Pesta Angpoh, RW 02, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (12/2).

​Meski diguyur hujan deras, antusiasme warga tetap tinggi. Sebanyak 300 undangan memadati lokasi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada wakil rakyat yang duduk di tingkat provinsi tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari masa reses yang berlangsung sejak 4 hingga 13 Februari 2026.

​Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta puluhan relawan Repdem (sayap partai) dan struktural ranting hingga PAC PDI Perjuangan Kecamatan Neglasari.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Ketua RW 01, Anto Bontot, yang mewakili tuan rumah, mengapresiasi kehadiran Sugianto di tengah warga. Ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan kendala di wilayah mereka, terutama terkait infrastruktur.

​"Silakan sampaikan aspirasi Bapak dan Ibu, jangan ragu. Apa yang menjadi kekurangan di wilayah kita, baik pembangunan infrastruktur maupun kebutuhan non-fisik, sampaikan apa adanya. Semoga Pak Dewan bisa membantu mengawal dan merealisasikannya demi kepentingan masyarakat umum," ujar Anto.

​Sugianto mengawali arahannya dengan memperkenalkan diri sebagai anggota Komisi III yang membidangi keuangan, pendapatan pajak, dan pariwisata. Ia menegaskan bahwa reses adalah kewajiban konstitusional anggota dewan untuk kembali ke basis pemilihnya.

​"Esensi reses adalah anggota dewan turun ke basis untuk membantu wilayahnya. Kami hadir untuk menampung aspirasi—keinginan Bapak dan Ibu—agar pemerintah hadir di tengah masyarakat," jelas Sugianto.

​Ia memaparkan bahwa kehadiran pembangunan pemerintah dapat melalui dua jalur utama: Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan/kecamatan, dan jalur pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD melalui reses. 

Sugianto menjelaskan proses birokrasi pembangunan agar warga memahami skala prioritas yang harus didahulukan.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Dalam sesi diskusi, beberapa isu krusial yang mencuat dan menjadi catatan penting Sugianto antara lain:

1. ​Penerangan Jalan Umum (PJU): Mengingat masih banyaknya titik gelap yang rawan kriminalitas.

2. ​Pengelolaan Sampah: Warga meminta solusi konkret atas tantangan kebersihan lingkungan.

3. ​Revitalisasi Posyandu: Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas non-fisik.

4. ​Infrastruktur Dasar: Perbaikan jalan lingkungan (paving blok), pengaspalan, hingga normalisasi drainase di wilayah Kecamatan Neglasari.

​"Sebagai kader PDI Perjuangan yang diberi amanah di legislatif, sudah menjadi kewajiban saya untuk mendengar dan merasakan keluhan masyarakat. Saya akan berupaya memperjuangkan aspirasi ini agar kesejahteraan masyarakat, khususnya di Neglasari dan Kota Tangerang secara umum, dapat terealisasi," pungkasnya.

Quote