Jakarta, Gesuri.id - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Surabaya tahun anggaran 2027 memberikan porsi besar pada pembangunan infrastruktur pelayanan publik.
Tak tanggung-tanggung, alokasi yang disiapkan mencapai Rp6,22 triliun atau setara 49,31 persen dari total APBD.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menilai porsi anggaran hampir separuh APBD tersebut merupakan bentuk komitmen konkret antara Pemkot dan DPRD Surabaya dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Ini sinyal bagus bahwa Pemkot mempunyai komitmen bersama DPRD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dari sisi infrastrukturnya,” ujar Eri, Selasa (29/9).
Eri menjelaskan, fokus belanja infrastruktur tidak hanya terbatas pada penanganan banjir, tetapi juga mencakup integrasi transportasi umum, konektivitas kawasan, serta peningkatan jaringan jalan.
Meski demikian, pengendalian banjir tetap menjadi perhatian krusial. Surabaya saat ini memiliki sekitar 30 sistem drainase yang belum sepenuhnya saling terhubung.
Tantangan ini kian kompleks akibat dampak perubahan iklim terhadap pola dan volume curah hujan.
“Tiga puluh sistem drainase se-Surabaya ini belum sepenuhnya terkoneksi secara tuntas. Karena itu, pembaruan dan penyesuaian infrastruktur harus terus dilakukan agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” kata politisi senior tersebut.
Ia menambahkan, Pemkot dan DPRD telah menghitung detail kapasitas tampung saluran serta proyeksi debit air hujan sebagai dasar teknis penanganan di titik-titik rawan.
Salah satu proyek strategis yang disoroti Eri berada di kawasan Surabaya Timur. Untuk mengurai beban Rumah Pompa Medokan Semampir di wilayah Sukolilo, pemerintah membangun rumah pompa baru di Nginden Bethany. Proyek yang sempat tertunda selama dua tahun ini kembali dianggarkan dan ditargetkan rampung akhir tahun.
Selain menjawab kebutuhan fisik kota, Eri menekankan pentingnya belanja infrastruktur sebagai stimulus perekonomian Surabaya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor-impor. Ketika sektor lain menghadapi tantangan global, belanja pemerintah melalui APBD harus hadir memberikan dorongan,” tegasnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Melalui pengerjaan proyek fisik, mobilitas barang dan jasa akan semakin lancar, konektivitas meningkat, dan iklim usaha daerah tetap menggeliat.
Adapun untuk pembenahan jaringan jalan pada 2027, Eri menyebut sejumlah proyek prioritas akan terus dilanjutkan, meliputi:
- Surabaya Barat: Lanjutan pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), penuntasan pelebaran Jalan Wiyung–Menganti, dan penguatan konektivitas kawasan.
- Surabaya Timur: Persiapan pembangunan jalan baru serta pembebasan lahan koridor Semolowaru hingga Taman Harmoni, Keputih.

















































































