Ikuti Kami

Tak Cukup Hanya Minta Maaf, DPRD Sumut Desak Pengusutan Tuntas Kasus Keracunan MBG di Karo

​Meriahta menilai permohonan maaf dari pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi.

Tak Cukup Hanya Minta Maaf, DPRD Sumut Desak Pengusutan Tuntas Kasus Keracunan MBG di Karo
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. dr. Hj. Meriahta Sitepu, M.K.M.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. dr. Hj. Meriahta Sitepu, M.K.M., meminta pemerintah tidak berhenti pada penyampaian permohonan maaf terkait kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Karo. 

Ia mendesak agar penyebab kejadian tersebut diusut tuntas dan pihak yang bertanggung jawab ditindak sesuai hukum.

​Hal itu disampaikan Meriahta menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Sebelumnya, 

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada para pelajar dan keluarga korban, serta memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemprov Sumut hingga korban pulih total.

​Meriahta menilai permohonan maaf dari pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab moral yang patut diapresiasi. Namun, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh pelajar mendapatkan penanganan medis secara maksimal tanpa dampak kesehatan berkepanjangan.

​"Permintaan maaf tentu kita apresiasi. Tetapi yang paling penting sekarang adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang maksimal sampai benar-benar pulih," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut.

​Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Langkat dan Kota Binjai ini juga mengingatkan agar anggapan bahwa peristiwa tersebut merupakan takdir tidak menghilangkan kewajiban untuk mengusut penyebab sebenarnya. Menurutnya, aspek tanggung jawab serta dugaan kelalaian harus diperiksa secara menyeluruh.

​"Kalau penyebabnya belum diketahui, jangan dulu menyimpulkan. Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Namun, seluruh prosedur harus dievaluasi agar kelemahan atau kelalaian yang ada bisa segera diperbaiki," tegasnya.

​Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 353 pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan yang diduga kuat berkaitan dengan konsumsi program MBG. Jumlah korban yang cukup besar ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak-anak.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Meriahta pun mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai pelaksanaan MBG di Kabupaten Karo, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, hingga tahap pendistribusian kepada para siswa.

​"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Program MBG sebenarnya sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar memenuhi standar keamanan pangan," katanya.

​Ia berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diumumkan agar penyebab pasti gangguan kesehatan para pelajar menjadi terang. Komisi E DPRD Sumut berkomitmen untuk terus mengawal penanganan para korban sekaligus memantau evaluasi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo.

Quote