Ikuti Kami

TB Hasanuddin: Dampak Militer dari Perang AS-Israel Versus Iran Untuk Indonesia, Masih Jauh

“Saya kira untuk dampak militer secara pasti itu sepertinya kita masih jauh,” kata Hasanuddin.

TB Hasanuddin: Dampak Militer dari Perang AS-Israel Versus Iran Untuk Indonesia, Masih Jauh
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menilai dampak militer dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran untuk Indonesia, masih jauh.

“Saya kira untuk dampak militer secara pasti itu sepertinya kita masih jauh,” kata Hasanuddin dalam program Satu Meja The Forum yang ditayangkan Kompas TV, dikutip Jumat (13/3/2026).

Oleh karena itu, dia mempertanyakan langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga 1.

“Siaga itu sesungguhnya adalah alat kendali atau alat komando dari para panglima komandan-komandan satuan,” katanya.

“Untuk apa? Persiapan latihan. Kemudian yang kedua, menyiapkan pasukan pada kondisi tertentu untuk digerakkan dalam melaksanakan tugas," sambungnya.

Namun, kata Hasanuddin, tugas tersebut bisa bermacam-macam, tidak sebatas tugas tempur yang disebut operasi militer perang.

"Tetapi mungkin saja operasi militer selain perang seperti bencana alam dan sebagainya.”

Di samping itu, dia menegaskan, status siaga tidak harus diterapkan di seluruh wilayah NKRI.

“Mungkin di satu kodam atau kodam lain atau bahkan hanya satu brigade atau satu divisi saja. Siaga 1 siap untuk melaksanakan tugas,” jelas TB Hasanuddin.

“Siaga itu ada eskalasi ya. Mulai dari siaga 3 ya itu dalam kondisi normal. Para pejabat, prajurit itu bertugas normal seperti biasa. Lalu eskalasinya naik atau mungkin ancamannya atau ada bahayanya naik, maka bisa disiagakan siaga 2. itu separuh kekuatan sudah stand-by, ya.”

Quote