Ikuti Kami

Temui Warga Genteng, Budi Leksono Janji Kawal Validasi Data Bansos

Salah satu isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah dinamika data desil masyarakat.

Temui Warga Genteng, Budi Leksono Janji Kawal Validasi Data Bansos
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono, menggelar kegiatan reses untuk menyerap langsung berbagai aspirasi warga di wilayah RW 9 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng. 

Agenda penyerapan aspirasi ini menjadi ruang komunikasi interaktif bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan beragam keluhan, mulai dari validasi data penerima bantuan sosial, fasilitas kegiatan komunitas keagamaan, hingga keselamatan lingkungan permukiman.

Salah satu isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah dinamika data desil masyarakat.

Perubahan data desil dikhawatirkan dapat membatasi atau bahkan memutuskan akses warga berpenghasilan rendah terhadap sejumlah program bantuan pemerintah daerah, terutama program beasiswa dan jaminan bantuan pendidikan.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

Budi Leksono menegaskan bahwa persoalan pendataan desil akan menjadi fokus perhatian yang ia kawal di tingkat legislatif agar tidak merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Desil ini sudah kita sampaikan bahwa ini menjadi pembahasan kita atas perubahan-perubahan yang mungkin berdampak kepada masyarakat. Tentunya harapannya untuk pendidikan,” terang legislator yang akrab disapa Buleks tersebut

Selain persoalan pendataan sosial, kelompok ibu-ibu pengajian setempat menyampaikan permohonan terkait dukungan sarana kegiatan kemasyarakatan. 

Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memfasilitasi kembali bantuan peralatan yang dulu pernah dialokasikan untuk menunjang kegiatan sosial di tingkat RW.

Buleks mengungkapkan, perlengkapan yang diusulkan warga mencakup kebutuhan operasional kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah permukiman.

“Harapannya dari warga masyarakat itu bahwa semoga bisa kembali ada. Seragam, perlengkapan pengajian, sound system, dan lain-lain ini mereka berharap,” ungkapnya.

Menurut Buleks, kelompok pengajian memiliki peran penting sebagai motor keaktifan sosial warga di lingkungan. Oleh karena itu, pengadaan sarana dan prasarana penunjang secara transparan dinilai sangat wajar untuk direalisasikan oleh pemerintah kota.

“Kalau memang itu secara transparansi diberikan kepada masyarakat, ya harapan kami permohonan dari masyarakat memfasilitasi,” tutur Buleks.

Aspirasi lain yang menjadi sorotan adalah masalah perawatan pohon-pohon berukuran besar di kawasan Genteng. 

Warga merasa khawatir karena pohon yang kurang terawat berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan, mengingat lokasinya berada di jalur lintasan utama mobilitas harian masyarakat. 

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

Menanggapi hal tersebut, Buleks secara langsung menghimpun dokumentasi kondisi fisik pohon untuk diteruskan kepada dinas teknis terkait agar penanganan pemangkasan dapat segera diprioritaskan.

Di samping itu, Buleks juga mencatat keluhan warga mengenai adanya beban biaya pembuangan sampah atau limbah tertentu yang masih ditanggung oleh masyarakat. Ia berjanji akan mengonfirmasi kejelasan regulasi serta dasar pemungutan biaya tersebut kepada dinas pengelola agar tidak membingungkan warga.

Sebagai tindak lanjut, seluruh poin aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan dibawa ke pembahasan internal fraksi  serta diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

“Ini menjadi catatan kami. Ini nanti yang akan kita sampaikan, benar dan tidaknya. Dan itu menjadi tugas kami,” tegas Buleks.

Quote