Ikuti Kami

Tjhai Chui Mie Minta Perumda AMGP Tingkatkan Kualitas Pelayanan & Perluas Cakupan Distribusi Air Bersih

Saat ini, cakupan layanan perusahaan daerah tersebut masih sekitar 30 persen.

Tjhai Chui Mie Minta Perumda AMGP Tingkatkan Kualitas Pelayanan & Perluas Cakupan Distribusi Air Bersih
Suasana peringatan HUT ke-7 Perumda AMGP Singkawang di Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (13/10) - Foto: Pontianak Post

Singkawang, Gesuri.id - Wali Kota Singkawang yang juga politisi PDI Perjuangan Tjhai Chui Mie meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum Gunung Poteng (Perumda AMGP) meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas cakupan distribusi air bersih. 

Saat ini, cakupan layanan perusahaan daerah tersebut masih sekitar 30 persen. Penegasan itu disampaikan Tjhai Chui Mie saat menghadiri peringatan HUT ke-7 Perumda AMGP Singkawang di Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (14/10/2026).

"Ke depan saya harapkan tidak ada lagi masyarakat atau konsumen yang antre air bersih. Saat ini kan masih antre karena memang masih belum maksimal Water Treatment Plant (WTP) dan perpipaannya," kata Tjhai Chui Mie.

Menurut dia, memasuki usia tujuh tahun, Perumda AMGP harus menunjukkan peningkatan kinerja dan terus berinovasi. Perbaikan tidak hanya menyangkut pemerataan layanan, tetapi juga kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.

"Di usia yang ke-7 tahun ini, Perumda harus semakin baik. Itu yang saya tekankan," ujarnya.

Ia juga meminta perusahaan daerah tersebut memastikan air yang diterima pelanggan bersih, berkualitas, dan memenuhi standar kesehatan. Selain itu, perluasan jaringan harus dilakukan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses air bersih.

"Selain pelayanan, saya minta kualitas air juga harus bagus dan terus meningkatkan cakupan layanan yang sampai saat ini masih sekitar 30 persen," tegasnya.

Direktur Perumda AMGP Singkawang, Suriandi, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan pelayanan. Namun, keterbatasan instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) dan Jaringan Distribusi Utama (JDU) masih menjadi kendala dalam memaksimalkan distribusi.

Menurutnya, kapasitas instalasi pengolahan air yang dibutuhkan mencapai 599 liter per detik. Sementara itu, kapasitas produksi yang tersedia saat ini baru sekitar 340 liter per detik.

“Kami saat ini melayani sekitar 27 ribu sambungan rumah. Idealnya, kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) harus mencapai 599 liter per detik, sedangkan kapasitas yang tersedia baru sekitar 340 liter per detik,” kata Suriandi.

Quote