Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten, profesional, dan berintegritas menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional melalui Asta Cita.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber kuliah umum Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak di Kampus C Singkawang, dikutip Kamis (30/7/2026).
“SDM kesehatan yang kompeten dan berintegritas menciptakan layanan yang aman, bermutu, berorientasi pada pasien, dan berkelanjutan sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas hidup dan daya saing bangsa,” kata Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, penguatan SDM kesehatan harus dimulai dari transformasi pendidikan tenaga kesehatan agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini maupun di masa depan. Selain itu, kerja sama antara institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu diperkuat untuk mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.
“Transformasi SDM kesehatan harus dimulai dari transformasi pendidikan tenaga kesehatan dan transformasi kerja sama institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencetak SDM kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie menjelaskan, apabila kualitas pendidikan dan kolaborasi antarlembaga telah diperkuat, pemerintah akan lebih mudah memetakan kebutuhan rekrutmen sekaligus melakukan pemerataan distribusi tenaga kesehatan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kalau sudah ada SDM yang berkualitas, pemerintah akan dengan mudah memetakan kebutuhan dalam rekrutmen tenaga kesehatan serta proses distribusi tenaga kesehatan ke seluruh fasilitas kesehatan menjadi lebih efektif dan optimal,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tenaga kesehatan yang telah memasuki dunia kerja harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus mengalami peningkatan.
“Tenaga kesehatan yang sudah berada di dunia kerja wajib mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi dan profesionalisme,” ujarnya.
Dalam paparannya, Tjhai Chui Mie mengungkapkan sektor kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan demografi, pergeseran pola penyakit, digitalisasi layanan kesehatan, hingga meningkatnya tuntutan profesionalisme. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tenaga kesehatan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan etika profesi maupun keselamatan pasien.
“Tenaga kesehatan juga harus siap menghadapi perubahan. Mereka harus melek teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pelayanan kepada pasien,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie juga memaparkan kondisi tenaga kesehatan di Kota Singkawang. Saat ini terdapat 2.430 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, rumah sakit, dan klinik, dengan komposisi terbesar berasal dari tenaga keperawatan dan kebidanan yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan daerah.
Ia berharap para mahasiswa keperawatan dapat mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan sektor kesehatan. Dengan demikian, lulusan tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Asta Cita melalui penguatan layanan kesehatan nasional.

















































































