Ikuti Kami

UMKM Didorong Jadi Pemasok Utama Event MICE, Samuel Wattimena: Tonjolkan Kualitas dan Narasi Produk

Keterlibatan UMKM dalam ajang besar harus dipersiapkan dengan matang, bukan sekadar ajang menghabiskan stok.

UMKM Didorong Jadi Pemasok Utama Event MICE, Samuel Wattimena: Tonjolkan Kualitas dan Narasi Produk
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena.

Semarang, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu menjadi pendukung utama dalam ekosistem Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Hal tersebut ditegaskannya usai menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Getz, Semarang, Sabtu (28/3). 

Samuel menekankan bahwa keterlibatan UMKM dalam ajang besar harus dipersiapkan dengan matang, bukan sekadar ajang menghabiskan stok.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

"Kami berharap pelaku UMKM yang terlibat sebagai pendukung event mempelajari terlebih dahulu karakteristik kegiatan yang diikuti. Jangan sekadar memasarkan produk sisa atau produk yang menumpuk di gudang," ujar Samuel.

Khusus untuk sektor kuliner, Samuel mengingatkan pentingnya transparansi informasi produk, terutama terkait kandungan bahan yang berpotensi memicu alergi. Menurutnya, kepedulian terhadap keamanan konsumen merupakan nilai tambah yang krusial.

"Ada konsumen yang memiliki alergi spesifik, misalnya terhadap kacang. Hal-hal detail seperti itu harus dicantumkan pada kemasan produk," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa UMKM yang menyasar pasar MICE internasional wajib menyertakan keterangan produk dalam bahasa Inggris atau bahasa internasional lainnya. Informasi mengenai karakteristik produk, seperti tingkat kepedasan pada sambal, harus tersampaikan dengan jelas agar wisatawan asing tidak ragu untuk membeli.

Selain kualitas isi, Samuel menyarankan pelaku usaha untuk menyisipkan narasi mengenai keunggulan daerah asal pada kemasan. Hal ini dinilai mampu memberikan pengalaman lebih bagi pembeli.

"Pembeli tidak hanya mendapatkan produk, tetapi juga 'bonus' informasi tentang daerah penghasil, hingga komitmen produk tersebut terhadap isu lingkungan dan sosial," jelas Samuel.

Ia bahkan memberikan ide kreatif untuk mempercantik kemasan dengan menambahkan pantun yang relevan. Langkah ini dinilai dapat menjadi pembeda (unique selling point) yang membuat produk lokal lebih berkesan, layaknya tradisi dalam layanan penerbangan.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Senada dengan hal tersebut, Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu, menyatakan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan memperkuat rantai pasok UMKM di sektor MICE.

Vinsensius menilai peluang ini sangat besar mengingat profil wisatawan MICE memiliki daya beli yang tinggi.

"Wisatawan MICE rata-rata memiliki pengeluaran belanja yang jauh lebih besar dibandingkan kategori wisatawan lainnya. Inilah pasar potensial yang harus ditangkap oleh produk-produk unggulan UMKM kita," pungkasnya.

Quote