Ikuti Kami

Yeremia Mendrofa Minta Perkuat Imunisasi Anak Pasca Temuan 2.000 Kasus Suspek Campak

Menjelang arus mudik dan Hari Raya, mobilitas warga dipastikan meningkat pesat.

Yeremia Mendrofa Minta Perkuat Imunisasi Anak Pasca Temuan 2.000 Kasus Suspek Campak
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa - Foto: Istimewa

Banten, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa, meminta pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan lebih dari 2.000 kasus suspek campak di Provinsi Banten sejak awal 2026. 

Ia menilai kondisi ini menjadi sinyal serius potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang harus segera diantisipasi, terutama menjelang momentum Lebaran.

“Menjelang arus mudik dan Hari Raya, mobilitas warga dipastikan meningkat pesat. Ini adalah masa krusial di mana potensi penularan penyakit menular seperti campak juga ikut naik. Kita perlu mengantisipasi hal ini secara serius,” kata Yeremia, Selasa (17/3/2026).

Yeremia menegaskan bahwa data surveilans aktif yang menunjukkan ribuan anak terduga terinfeksi campak harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan langkah intervensi yang lebih serius dan terukur.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang telah melakukan pemantauan ketat serta berbagai upaya antisipatif guna mencegah peningkatan status menjadi KLB.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa upaya pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan penuh dari masyarakat, khususnya para orang tua dalam memastikan kesehatan anak-anak mereka.

“Upaya ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Yang paling penting adalah memastikan cakupan imunisasi dasar anak tetap tinggi. Campak merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret menjelang Lebaran 2026, Yeremia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sejumlah strategi pencegahan, mulai dari edukasi kesehatan secara masif kepada masyarakat termasuk para pemudik, peningkatan surveilans penyakit menular di wilayah dengan mobilitas tinggi, hingga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan seperti RSUD dan puskesmas dalam menghadapi potensi lonjakan kasus.

Menurutnya, momentum menjelang Lebaran harus menjadi pengingat bahwa kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kita optimistis potensi KLB campak dapat dicegah. Masyarakat Banten harus tetap sehat dan terlindungi,” pungkasnya.

Quote