Ikuti Kami

Ini Cara Ganjar Pranowo Dalam Atasi Konflik di Papua

Ganjar dalam pengalamannya menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode selalu turun langsung menemui masyarakat dan menggelar rembugan.

Ini Cara Ganjar Pranowo Dalam Atasi Konflik di Papua
Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Jakarta, Gesuri.id - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo bakal mengedepankan pendekatan kultural dan dialog dengan tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Menurut Ganjar, konflik akan muncul dan memanas salah satunya dikarenakan faktor masyarakat setempat selalu merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pembangunan.

Baca: 3 Bandara Dibangun di Era Ganjar

""Banyak konflik yang terjadi karena pada saat proses pengambilan keputusannya mereka tidak dilibatkan, atau dilibatkan tapi kurang representatif. Maka intensitas pelibatan kelompok dalam suku, agama, golongan, ras yang berbeda memang butuh waktu," Kata Ganjar usai berkunjung ke Pesantren dan Rumah Kebudayaan Wongsorogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (23/1).

Ganjar menambahkan dalam pengalamannya menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode selalu turun langsung menemui masyarakat dan menggelar rembugan. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi masyarakat sebanyak mungkin.

"Kalau kita mau memitigasi sebuah keputusan yang berdampak negatif, maka libatkan orang lain lebih banyak sebanyak mungkin. Di situlah dalam budaya kita ada istilah rembugan, hidup bersama, negosiasi," jelas Ganjar.

Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

Oleh sebab itu, lanjut Ganjar, rembugan antara pemerintah, stake holder dan masyarakat adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Sebab, rembugan sudah menjadi salah satu tradisi masyarakat. "Itu ruang yang paling bagus dalam kultur kita kalau di desa ada rembug desa itu menyelesaikan banyak persoalan," ucap Ganjar.

Termasuk untuk menyelesaikan konflik di Papua. Ganjar menegaskan bakal lebih memilih jalan penyelesaian dengan cara rembugan dan dialog.

"Termasuk kita adopsi ke beberapa persoalan seperti kemarin orang bertanya bagaimana menyelesaikan persoalan di Papua dengan kekerasan, dengan senjata, atau diplomasi dan dialog. Saya pilih yang dialog," tegas Ganjar seperti yang dikutip melalui laman Sindonews.

Quote