Ikuti Kami

Kivlan Zen Bentuk PAM Swakarsa Untuk Hambat Mahasiswa

Kivlan membentuk massa bayaran untuk hambat gerakan mahasiswa yang menolak SI MPR pada November 1998.

Kivlan Zen Bentuk PAM Swakarsa Untuk Hambat Mahasiswa
Kivlan Zen.

Jakarta, Gesuri.id - Aktivis 1998 Masinton Pasaribu membenarkan bahwa Kivlan Zein dan kelompoknya membuat massa tandingan bayaran bernama PAM Swakarsa pada November 1998.

PAM Swakarsa itu dibuat Kivlan untuk menghambat protes gerakan mahasiswa pada saat itu.

Baca: Eggi Sudjana Makar, Eva: Tak Terima? Bantah di Pengadilan

Hal itu dikatakan Masinton merespon pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan bahwa Kivlan Zein pernah 'berbisnis massa' melalui PAM Swakarsa pada 1998.

"Iya, ketika itu Kivlan membentuk massa bayaran untuk menghambat gerakan mahasiswa yang menolak SI (Sidang Istimewa) MPR pada November 1998," kata Masinton kepada Gesuri, Jumat (10/5). 

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, kala itu gerakan mahasiswa menolak SI MPR karena tidak percaya dengan para anggota DPR/MPR produk pemilu era Orde Baru yang manipulatif. Dan Kivlan berupaya membentengi SI MPR dengan PAM Swakarsa, untuk memukul gerakan mahasiswa.

"Buahnya, terjadi bentrokan dan jatuh korban dikalangan mahasiswa dan rakyat," kata Masinton, yang pada 1998 aktif di organisasi mahasiswa FAMRED.

Seperti diketahui, Andi Arief mengatakan kemunculan Kivlan Zen dalam berbagai aksi membela Prabowo Subianto belakangan ini, adalah agar bisa kembali membuat bisnis massa demonstrasi. 

Baca: Politik Uang yang Masif di Aceh Menangkan Prabowo-Sandi 

Andi mengungkapkan pada 1998, Kivlan menjadi komandan bisnis PAM Swakarsa untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung SI MPR tahun 1998, yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

“PAM swakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak dimana masa pro demokrasi diadu dengan Pam swakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya,” ujar Andi Arief.

Quote