Ikuti Kami

Pembekalan Bacaleg Artis, Hasto Berpesan Hal Ini

Salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno bisa sama-sama diwujudkan, yaitu Indonesia yang berkepribadian di bidang budaya.

Pembekalan Bacaleg Artis, Hasto Berpesan Hal Ini
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (tengah depan) usai memberikan Pembekalan Bacaleg Artis Nusantara di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (30/7). Foto: Gesuri.id/ Gabriella Thesa Widiari

Jakarta, Gesuri.id - Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan terus melakukan pembekalan kepada calon legislatif (caleg) artis yang diusungnya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya sadar bahwa lewat tangan para selebriti yang berkualitas, salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno, bisa sama-sama diwujudkan, yaitu Indonesia yang berkepribadian di bidang budaya.

Baca: Artis Nyaleg PDI Perjuangan: Krisdayanti Hingga Ian Kasela

"Bung Karno mengatakan Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan, yakni kebudayaan kita. Bukan kebudayaan Amerika, bukan kebudayaan Eropa, bukan India, kebudayaan Arab, bukan kebudyaan China. Tapi Indonesia sebagai Taman Sarinya kebudayaan-kebudayaan besar dunia yang dibumikan dalam kepribadian bangsa Indonesia,” ujar Hasto saat memberikan Pembekalan Bacaleg Artis Nusantara di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (30/7).

Menurut Hasto, kaderisasi yang dilakukan PDI Perjuangan kepada kepada para bacaleg artis untuk membangun watak kesadaran akan kebudayaan Indonesia. 

“Makanya jalan kaderisasi akan membuka kesadaran bahwa kita menghormati dan mengekspresikan rasa cinta tanah air,” tegas Hasto.

Di hadapan belasan bacaleg artis yang hadir, Hasto juga menceritakan tentang sejarah kaderisasi partai Pancasilais. Dia mengatakan, kaderisasi baru bisa dilakukan PDI Perjuangan pasca-reformasi 1998, setelah sebelumnya selama 32 tahun rezim Orde Baru memecah belah partai ini.

Baca: Juliari Tidak Terganggu Kehadiran Bacaleg Artis

“Maka ketika Ibu Mega bergabung dengan PDI tahun 1986, dan 1987 ikut pemilu lalu terpilih sebagai anggota DPR. Beliau ke daerah-daerah dan berjuang agar ‘tenggorakan rakyat’ yang selama ini tersumbat, bisa bersuara kembali”, kata Hasto yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Bacaleg artis yang hadir diantaranya Putra Nababan, Rano Karno, Tina Toon, Andre Hehanusa, Harvey Malaiholo, Jeffry Waworuntu, Angel Karamoy, Ian Kasela, Krisdayanti, Chica Koeswoyo, Sarry Koeswoyo, Lita Zen dan Kirana Larasati.

Selain bicara soal kaderisasi, Hasto juga membahas mengenai bumbu-bumbu nusantara yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia. Kekayaan cita rasa nusantara ini pernah ditulis Bung Karno dengan judul ‘Mustika Rasa’ pada 1967.

“Dibahas apa yang namanya garam, merica, kemudian daun pandan, cengkeh, jeruk purut, lada putih, kunyit, lada hitam. Itu bumbu-bumbuan kita yang luar biasa. Tidak ada negara di manapun sekaya kita dalam hal aneka cita rasa bumbu-bumbu. Bung Karno mengatakan, makanan Indonesia ini bercitarasa surga, bayangkan,” tegas Hasto.

Baca: Caleg Artis, PDI Perjuangan Tegaskan Tidak Asal Comot

Cita rasa nusantara itulah yang kemudian disajikan oleh Bung Karno dalam Konfrensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955. Hasto mengungkapkan ada pesan ideoligis yang ingin disampaikan oleh Bapak Bangsa kita di balik mempopulerkan bumbu nusantara tersebut. 

“Dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor,” ucap Hasto mengutip pesan Bung Karno.

Quote