Ikuti Kami

Pilgub Sumut 2024, BMI Tolak Pencalonan Bobby Nasution dan Mengapresiasi Edy Rahmayadi

Maruli Manogang Purba menegaskan tidak ada alasan bagi PDI Perjuangan untuk mencalonkan Bobby Nasution dalam Pemilihan Gubernur Sumut 2024.

Pilgub Sumut 2024, BMI Tolak Pencalonan Bobby Nasution dan Mengapresiasi Edy Rahmayadi
Sekretaris DPD BMI Sumut Maruli Manogang Purba.

Medan, Gesuri.id - Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) semakin memanas. Ada beberapa tokoh yang siap menjadi calon gubernur Sumut tahun 2024, diantaranya Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi.

DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Sumut, lebih memilih Edy Rahmayadi ketibang Bobby Nasution.

Sekretaris DPD BMI Sumut Maruli Manogang Purba menegaskan tidak ada alasan bagi PDI Perjuangan untuk mencalonkan Bobby Nasution dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024.

Hal itu dikatakan Maruli saat ditanya sejumlah wartawan terkait keinginan Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu sebagai kandidat calon Gubsu Periode 2024-2029 mendatang.

Dia mengungkapkan kader Banteng Muda Indonesia memiliki banyak pertimbangan, dan mereka meminta agar DPP PDI Perjuangan tidak mengusung Bobby sebagai calon gubernur.

"Sekali lagi, kami menegaskan penolakan kami terhadap pencalonan Bobby Nasution dan kami akan menyerahkan kepada DPP untuk tidak merekomendasikan Bobby Nasution sebagai calon gubernur," kata Maruli di Medan, Sabtu (23/3/2024).

Alasan Maruli melakukan penolakan terhadap Bobby, lantaran Maruli menyoroti keengganan beberapa tokoh Sumut untuk maju dalam Pilgubsu, terutama dengan adanya kekhawatiran akan ketidakadilan dalam kompetisi, khususnya terkait kehadiran Bobby Nasution sebagai menantu Presiden Joko Widodo.

"Sekilas, dalam pandangan hukum, tidak ada yang salah dengan majunya Bobby. Namun, kita harus melihat dinamika demokrasi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini," lanjutnya.

Di sisi lain, kekhawatiran akan dominasi dugaan 'politik dinasti' juga menjadi perhatian serius bagi BMI Sumut, terutama dengan kabar kemunculan rencana partisipasi istri Bobby, Kahiyang Ayu, dalam kontes pilkada.

"Dalam pandangan regulasi, mungkin tidak ada masalah, tapi dalam pandangan keadilan demokrasi, ini tidak benar. Apakah kita akan membiarkan dinasti politik?" tambah Maruli.

Kesiapan mantan Pangkostrad dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk maju dalam di Pilgub Sumut. Maruli mengapresiasi kesiapan Edy Rahmayadi.

Keberanian Edy Rahmyadi, kata Maruli, sebagai upaya melawan dugaan 'politik dinasti' yang ingin berkembang di Sumut.

"Tentu kita mengapresiasi keberanian Pak Edy Ramayadi. Beliau berani melawan arus politik dinasti yang ingin diperkenalkan dalam kepemimpinan Sumatera Utara," tuturnya.

Marulu juga mencatat kerjasama baik antara PDIP dan Edy Rahmyadi sebagai indikasi bahwa tidak ada resistensi terhadap kepemimpinan Edy.

"Kolaborasi yang baik antara Pak Edy Ramayadi dan PDIP Sumatera Utara menunjukkan bahwa tidak ada resistensi terhadap kepemimpinan Edy," terangnya.

Walhasil, Maruli menegaskan bahwa keputusan akhir PDIP akan ditentukan oleh DPP dan DPD, meskipun suara dari kader muda PDI Perjuangan cenderung lebih memilih Edy Rahmayadi daripada Bobby Nasution.

"Dalam segala hal, kami akan tetap menghormati keputusan partai, sambil tetap menyampaikan sikap kami sebagai suara dari kaukus muda atau kader muda partai," tandasnya. 

Sumber

Quote