Ikuti Kami

Tim Pemenagan Beraksi Dugaan Perpindahan Suara Caleg PDI Perjuangan di Ciseeng Bogor

Kisruh dipicu oleh dugaan perpindahan suara di 50 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 6 desa.

Tim Pemenagan Beraksi Dugaan Perpindahan Suara Caleg PDI Perjuangan di Ciseeng Bogor

Jakarta, Gesuri.id - Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor untuk Kecamatan Ciseeng sempat kisruh.

Kisruh dipicu oleh dugaan perpindahan suara di 50 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 6 desa untuk calon legislatif (caleg) nomor urut 1 dari PDI Perjuangan yakni Wawan Risdiawan.

Tim Pemenangan salah satu caleg PDI Perjuangan dari Dapil VI DPRD Kabupaten Bogor, Ebeng buka suara soal dugaan praktik kecurangan yang terjadi di PPK Kecamatan Ciseeng.

Atas hal tersebut Ebeng dan Tim Pemenangan caleg langsung melakukan investigasi hingga akhirnya menemukan sejumlah kejanggalan.

"Saya dan teman-teman tim pemenangan melakukan investigasi. Melakukan pencarian data dan telah ditemukan kurang lebih 50 TPS di Kecamatan Ciseeng dari setiap desa itu ada kelainan dan perbedaan suara," ucapnya, Selasa (5/3/2024).

"Contoh di Kecamatan Ciseeng, Desa Ciseeng, TPS 1, suara partai 18, suara calon nomor 1 10, dan suara 2 18, itu di C1 ya. Tapi di hasil pleno kecamatan, suara partai menjadi 3. Suara caleg nomor 1 jadi 25," sambungnya.

Tak hanya itu, Ebeng juga menemukan hal serupa di TPS berbeda dan masih di Kecamatan Ciseeng.

"Jadi ada beberapa TPS disetiap desa yang masuk Kecamatan Ciseeng yang hasilnya berubah. Suara partai lari ke caleg nomor urut 1," ungkapnya.

Ebeng menegaskan, Pemilu jujur dan adil merupakan hal yang dijunjung tinggi saat proses kaderisasi PDI Perjuangan.

"Ini soalnya dalam menjaga suara rakyat. Ini internal ya. Tapi karena kami kaderisasi PDI Perjuangan dari pusat diajarkan untuk menjadi petarung dan jujur. Dari partai kami pun tidak senang dengan adanya kecurangan-kecurangan seperti ini," tuturnya.

Atas permasalahan yang terjadi, Ebeng meminta agar PPK Kecamatan Ciseeng memberi keterangan secara jelas.

"Kami mohon PPK memberi penjelasan sejujurnya, apakah ini kesalahan mutlak dari PPK atau ada unsur kesengajaan lain," paparnya.

Sumber

Quote