Ikuti Kami

Sudin Tekankan Kapolres Perhatikan Dua Taman Nasional di Lampung dari Perambahan dan Lainnya

Pertama, Taman Nasional Way Kambas. Itu menjadi perhatian Presiden Prabowo.

Sudin Tekankan Kapolres Perhatikan Dua Taman Nasional di Lampung dari Perambahan dan Lainnya
Anggota Komisi III DPR RI Sudin.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Sudin menyoroti maraknya perambahan hutan di kawasan konservasi di Provinsi Lampung dan meminta pengawasan terhadap dua taman nasional utama diperketat.

“Maka tadi saya ingatkan, di Provinsi Lampung ini ada dua Taman Nasional. Pertama, Taman Nasional Way Kambas. Itu menjadi perhatian Presiden Prabowo. Karena, banyak perambahan dan lain-lain. Maka tadi saya tekankan juga kepada Ibu Kapolres untuk lebih memperhatikan,” kata Sudin usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi III DPR RI ke Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, dikutip Minggu (19/4/2026).

Dua kawasan yang menjadi perhatian yakni Taman Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Keduanya merupakan kawasan konservasi penting yang memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem serta menjadi perhatian dunia internasional.

“Yang kedua, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berada di Kabupaten Tanggamus. Untuk lebih pengawasannya efektif. Karena, dua-duanya besar sekali wilayahnya, Taman Nasionalnya. Dan ini menjadi atensi dunia,” ucapnya.

Sudin menegaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas perambahan masih marak terjadi dan mengancam kelestarian kawasan hutan. Ia juga menyinggung bahwa perhatian terhadap Taman Nasional Way Kambas bahkan telah menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

Permasalahan perambahan di kedua taman nasional tersebut bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai aktivitas ilegal seperti pembukaan lahan, perburuan satwa dilindungi, hingga konflik antara manusia dan satwa liar terus terjadi.

Di Taman Nasional Way Kambas, perambahan kerap terjadi di wilayah penyangga yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Sementara itu, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menghadapi tekanan dari pembukaan kebun ilegal serta praktik perdagangan satwa liar.

Keterbatasan jumlah personel pengawas serta luasnya kawasan hutan menjadi tantangan utama dalam upaya pengawasan, sehingga celah bagi aktivitas ilegal masih terbuka.

Meski demikian, Sudin menegaskan perlunya langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan dan menindak tegas para pelaku perambahan. Ia juga mendorong sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar upaya perlindungan kawasan konservasi dapat berjalan optimal.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan dua taman nasional di Lampung tersebut tetap terjaga kelestariannya serta tidak kehilangan fungsi strategisnya sebagai kawasan konservasi yang menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.

Quote