Ikuti Kami

TPN Tegaskan Kampanye Balon Udara Ganjar-Mahfud Merupakan CGI

Prabu mendorong, anak-anak muda pe dukung Ganjar-Mahfud untuk melakukan kampanye secara kreatif.

TPN Tegaskan Kampanye Balon Udara Ganjar-Mahfud Merupakan CGI
Ilustrasi Ganjar-Mahfud di balon udara yang terbang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Jakarta, Gesuri.id - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menegaskan, ilustrasi Ganjar-Mahfud di balon udara yang terbang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat itu merupakan pencitraan hasil komputer atau computer generated image (CGI).

Deputi Komunikasi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Prabu Revolusi menegaskan, konten tersebut buka alat peraga kampanye (APK) yang nyata. Ia menjelaskan, konten tersebut merupakan hasil kreasi teknologi yang dibuat oleh para relawan dan anggota muda TPN Ganjar-Mahfud.

Baca: Dukung Ganjar-Mahfud Team Relawan Siber Sapa Warga Malang

"Yang jelas itu sebenarnya memang bukan APK maupun baliho yang nyata ya. Itu semuanya imaginary. Jadi teman-teman muda di TPN Ganjar-Mahfud itu secara kreatif menggunakan teknologi membuat CGI Ganjar Mahfud di beberapa landscape yang ada di Jakarta," kata Prabu saat dihubungi, Jumat (16/11). 

Prabu berkata, konten itu ditujukan sebagai bentuk kampanye kreatif. Selain itu, konten tersebut juga merupakan sikap atas fenomena penurunan baliho dan APK yang terjadi di beberapa daerah.

"Ini sebagai bentuk pernyataan dengan maraknya baliho Ganjar-Mahfud yang diturunkan oleh oknum-oknum tertentu, yang kami membuat pernyataan, silakan turunkan kami akan buat yang abstrak yang imaginary yang digital. Nah kalau kayak gini siapa yang mau turunin," ucapnya.

Terlepas dari itu, Prabu mendorong, anak-anak muda pe dukung Ganjar-Mahfud untuk melakukan kampanye secara kreatif, baik menggunakan teknologi artificial intelligence (AI), digital imaginary maupun virtual reality. 

Baca: Abdy Jelaskan Kenapa Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden RI

"Karena di dunia digital itu kan tanpa batas ya jadi kita bisa berkreasi apapun untuk mendukung Ganjar Mahfud," tutur Prabu.

Dengan memanfaatkan teknologi, ia merasa, itu merupakan bentuk terobosan berkampanye politik di Indonesia. Apalagi, kampanye di tanah air kerap menggunakan atribut seperti baliho, bendera hingga baju.

Quote