Ikuti Kami

Anton: Ekstrem Kanan 'Penjual Agama', Ancaman Bagi NKRI!

Anton Charliyan mengatakan, saat ini masih ada yang mengingkari dan tidak mengakui Pancasila dan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

Anton: Ekstrem Kanan 'Penjual Agama', Ancaman Bagi NKRI!
Ketua Dewan Pembina Adat LSI Irjen Pol (Purn)  Anton Charliyan.

Bandung Barat, Gesuri.id - Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) dan Laskar Siliwangi Indonesia (LSI) menggelar Temu Tokoh Nasional Gerakan Indonesia Damai bertajuk, “Keberagaman dalam Satu Indonesia – Menuju Gerakan Bandung Lautan Iket”, di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, baru-baru ini. 

Seusai penandatanganan 1.000 Tanda Tangan Gerakan Indonesia Damai, Ketua Dewan Pembina Adat LSI Irjen Pol ( Purn )  Anton Charliyan, mengatakan, kegiatan Temu Tokoh Nasional Gerakan Indonesia Damai digelar untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme.

“Jangan sampai rasa nasionalisme hilang atau hancur, karena kita lihat negara-negara di Timur Tengah bisa menjadi hancur karena rasa nasionalismenya rendah,” ujarnya.

Baca: Anton Ungkap Keprihatinan Sikapi Laporan Setara Institute

"Maka kepada warga negara Indonesia, mari kita bangun rasa nasionalisme, jangan menutup mata negara kita masih berada dalam suatu ancaman, maka kewaspadaan nasional perlu ditingkatkan,” tegas Mantan Kapolda Jabar itu. 

Lebih lanjut, Anton Charliyan mengatakan, saat ini masih ada yang mengingkari dan tidak mengakui Pancasila dan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

“Padahal pihak-pihak tersebut menggunakan agama sebagai kedok, dan agama dijual untuk merebut kekuasaan, karena yang paling mudah membius masyarakat adalah melalui agama, dan hal ini sudah terjadi di Timur Tengah,” ungkapnya.

Pihak-pihak tersebut juga sudah mulai mengoyak-ngoyak budaya. Meski ada yang sengaja dan juga tidak sengaja.

“Kalau di masa lalu ada ekstrem kiri dan ekstrem kanan, maka di masa sekarang adalah ekstrem kanan yang sedang menjadi ancaman, salah satu tolak ukurnya adalah belum lama ini terjadi di Garut, ada yang memproklamirkan negara di luar negara Indonesia,” ungkap Anton Charliyan.

Baca: Anton Charliyan Tegaskan Dirinya Tak Terkait GMBI

Ia melihat seolah-olah masyarakat diam. Hal itu karena rendahnya rasa nasionalisme.

“Maka dengan adanya kegiatan 1.000 Tanda Tangan Gerakan Indonesia Damai yang diadakan LAKRI dan LSI, diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme, kita coba dalam satu hari ini kita berpikir untuk bangsa dan negara,” kata Anton Charliyan.

“Jangan sampai kita dengan semangat berbondong-bondong mendukung seseorang, tapi ketika diajak untuk mendukung kegiatan bertema nasionalisme kita diam saja,” tambah Mantan Kadiv Humas Polri itu. 

Jangan sampai, sambung Anton,  ada pertanyaan tentang keberadaan orang-orang nasionalis dan cinta tanah air.

"Saya yakin mereka masih banyak tetapi  masih tertidur, maka masyarakat yang masih tidur, harus segera bangun membangkitkan cinta tanah air dan rasa nasionalisme," pungkas Anton.

Quote