Jakarta, Gesuri.id - Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menancapkan rasa percaya diri tinggi saat menjadi kontingen pertama yang tiba di Surabaya untuk gelaran Soekarno Cup III.
Meski berstatus sebagai debutan, DIY membawa ambisi besar memboyong piala ke Bumi Mataram.
Langkah serius DIY tercermin dari persiapan matang selama tiga bulan terakhir. Waktu tersebut dimaksimalkan untuk mengkolaborasikan kekuatan sepak bola dari empat kabupaten dan satu kota di Yogyakarta.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Direktur Tim Banteng Jogja, Susanto Dwi Antoro, mengungkapkan bahwa skuadnya diperkuat talenta-talenta terbaik dari klub ternama seperti PSS Sleman, PSIM Jogja, Persiba Bantul, hingga Persikup Kulon Progo.
“Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk mengolaborasikan seluruh kekuatan sepak bola di Yogyakarta. Kami datang menjadi sahabat untuk mengambil Piala Soekarno dari Jawa Timur,” ujar Susanto di Surabaya, Minggu (9/8).
Sinergi tersebut menjadi fondasi utama DIY dalam mengarungi persaingan ketat. Tak hanya di lapangan, dukungan politik pun mengalir masif dari puluhan anggota legislatif tingkat daerah hingga nasional.
Hal ini makin menegaskan posisi Tim Banteng Istimewa sebagai representasi kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
Menatap peta persaingan, manajemen DIY mewaspadai tim-tim kuat asal Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Barat. Kendati demikian, optimisme untuk melenggang ke babak final dan menumbangkan tim unggulan tetap menyala.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Semangat juang tersebut tecermin dari jersi utama berwarna hitam yang melambangkan api pantang padam. Pakaian tanding ini merupakan karya kolaborasi bersama UMKM lokal asal Kabupaten Sleman dengan desain simpel namun kaya makna.
Tiba di Surabaya, kontingen DIY disambut hangat. Mereka memandang Jawa Timur sebagai saudara sekaligus barometer sepak bola nasional, sehingga semangat persahabatan tetap dijunjung tinggi tanpa mengikis tekad bertanding secara kompetitif.
Dengan kombinasi talenta antarklub dan dukungan penuh berbagai pihak, DIY optimistis mampu menyajikan kejutan di turnamen ini.
“Nyala api ini wajib untuk Banteng Istimewa Yogyakarta sebagai pemersatu kekuatan seluruh komponen sepak bola di DIY,” tutup Susanto.

















































































