Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu bersama jajaran pengurus DPC menghadiri Closing Ceremony Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (24/8).
"Semangat sportivitas yang ditampilkan dalam Soekarno Cup diharapkan dapat menjadi bagian dari nilai kebersamaan yang terus dibangun dalam kehidupan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat," ungkap Jenderal Theo sapaan akrab Ketua DPC PDI Perjuangan Minsel.
Theo Kawatu hadir bersama Sekretaris DPC PDI Perjuangan Minsel Rommy Pondaag serta Bendahara DPC Steven Lumowa. Mereka menyaksikan langsung pertandingan final yang mempertemukan Banteng Jawa Barat melawan Banteng Bali.
Kehadiran jajaran DPC PDI Perjuangan Minsel menjadi bagian dari kemeriahan penutupan turnamen sepak bola yang digelar DPP PDI Perjuangan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Soekarno Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antarkader, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sportivitas di antara kader PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran jajaran DPC PDI Perjuangan Minsel dalam agenda tersebut menunjukkan partisipasi aktif struktur partai di daerah dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan DPP PDI Perjuangan.
Suasana pertandingan final berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta dan kader yang hadir dari berbagai wilayah. Semangat kompetisi tetap berjalan dalam bingkai sportivitas dan kebersamaan.
Closing Ceremony Soekarno Cup 2026 secara resmi ditutup oleh Komarudin Watunubun selaku Ketua Panitia Nasional Turnamen Soekarno Cup 2026.
Turut hadir Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri, jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan, serta pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.
Bagi jajaran DPC PDI Perjuangan Minsel, momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antarkader dan semangat kebersamaan dalam organisasi.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Bulan Bung Karno tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi medium untuk mempererat hubungan antarkader dari berbagai daerah dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

















































































