Surabaya, Gesuri.id – Perayaan ulang tahun ke-6 Historisma Cafe berlangsung hangat dan meriah di Jalan Bratang Binangun, Surabaya, Minggu (30/8/2026) malam.
Suasana makin bernyawa saat mantan Wali Kota Surabaya sekaligus mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, hadir menyapa warga dan pelanggan setia tepat pukul 19.00 WIB.
Kedatangan Risma disambut hangat oleh manajemen, staf, dan pengunjung. Dengan ornamen balon, banner, hingga prosesi tumpengan, perayaan ini mempertegas peran Historisma Cafe sebagai ruang komunal warga.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Risma membagikan kisah perjuangannya selama memimpin Surabaya. Ia menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan tata kelola pemerintahan adalah keberanian untuk turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Pemerintahan itu harus menggunakan pendekatan humanis. Kita harus rajin turun ke kampung-kampung, berinteraksi langsung dengan warga dari berbagai latar belakang, dan merancang kebijakan yang benar-benar terasa manfaatnya di tingkat lokal,” ujar Risma.
Tak hanya mengenang masa jabatannya di Surabaya, Risma turut membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Sosial, khususnya terkait tantangan penanganan bencana dan penyaluran program perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
"Data dan regulasi memang penting, tetapi empati serta keberpihakan terhadap rakyat kecil harus tetap menjadi fondasi utama. Kebijakan sosial wajib diletakkan dalam konteks kemanusiaan,” tegasnya.
Sesi diskusi interaktif berjalan hidup ketika pengunjung dan pelaku usaha lokal melontarkan pertanyaan seputar peran usaha kecil dalam pembangunan kota. Risma pun mendorong para pelaku UMKM dan komunitas kreatif agar tak ragu berkolaborasi dengan pemerintah.
Ia menyarankan agar pelaku usaha mikro dan komunitas kreatif aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, memanfaatkan program pemberdayaan, serta mengoptimalkan ruang publik demi menggerakkan ekonomi lokal.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh manajemen Historisma bersama Risma. Sebelum meninggalkan lokasi, ia menitipkan pesan mendalam bagi seluruh pihak yang hadir.
"Saya berharap Historisma terus menjadi ruang yang menyatukan kreativitas dan aksi sosial. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini, karena perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil," tuturnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Kehadiran Risma malam itu tak sekadar menjadi tamu undangan, melainkan simbol jembatan yang merekatkan hubungan antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan kota yang inklusif.

















































































